Rabu 22 Apr 2020 12:41 WIB

Dilemanya Novak Djokovic Soal Suntik Vaksin Corona

Djokovic paling menghindari suntikan vaksin.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Novak Djokovic
Foto: EPA-EFE
Novak Djokovic

REPUBLIKA.CO.ID, BELGRADE -- Petenis nomor satu dunia asal Serbia, Novak Djokovic adalah orang yang menentang vaksinasi virus corona. Oleh karena itu ia pun dihadapkan dengan perasaan dilema ketika pemain diwajibkan melakukan vaksin jika turnamen kembali dilanjutkan.

"Secara pribadi saya menentang vaksinasi dan saya tidak ingin dipaksa oleh seseorang untuk mengambil vaksin agar dapat melakukan perjalanan," kata Djokovic dalam obrolan langsung Facebook dengan beberapa atlet Serbia, dilansir dari nation, Rabu (22/4).

Djokovic akan memikirkan terlebih dahulu sebelum membuat keputusan jika vaksin bersifat wajib. Menurut dia, jika turnamen kembali dilanjutkan pada Juli, Agustus atau September, maka vaksin diyakini akan menjadi persyaratan turun di turnamen.

Mantan petenis nomor satu dunia, Amelie Mauresmo bulan lalu mengatakan, musim 2020 tidak boleh dlanjutkan sebelum pemain mendapatkan vaksinasi corona. Ia juga berpendapat musim ini bisa dibatalkan karena virus ini.

“Turnamen internasional = pemain dari semua kebangsaan plus manajemen, penonton, dan orang-orang dari penjuru dunia yang menghidupkan acara ini. Tidak ada vaksin = tidak ada tenis,” kata pemenang grand slam dua kali itu dalam twitnya.

Lebih dari 200 negara di dunia sedang berperang melawan virus yang ditemukan pertama kali di Wuhan, Cina ini. Hampir 2,5 juta penduduk di dunia terinfeksi dan 170 ribu lebih meninggal. Sedangkan 651 ribu lebih dinyatakan sembuh.

Para ahli di dunia juga sedang berlomba-lomba menemukan vaksin. Diperkirakan vaksin ini baru bisa digunakan minimal akhir tahun. Oleh karena itu, belum jelas kapan turnamen tenis dan olahraga lainnya akan kembali bergulir.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement