Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Cara Bedakan Jenis Kain Sifon dan Satin

Selasa 21 Apr 2020 23:50 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Nora Azizah

Bahan sifon dan satin masih menjadi primadona untuk busana muslim dan hijab (Foto: ilustrasi hijab)

Bahan sifon dan satin masih menjadi primadona untuk busana muslim dan hijab (Foto: ilustrasi hijab)

Foto: Tim Muara Bagdja
Bahan sifon dan satin masih menjadi primadona untuk busana muslim dan hijab.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bahan sifon dan satin masih menjadi primadona untuk busana muslim dan hijab. Namun, bagaimana perbedaan keduanya?

Bagi orang awam, cukup sulit membedakan kedua jenis kain tersebut. Sebab, baik sifon dan satin kedunya tergolong memiliki tekstur serat yang halus.

Desainer produk tekstil dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Nurul Akriliyati, menjelaskan, bahan sifon memang cukup lazim digunakan hijaber. Namun, satin pun juga nyaman dipakai.

Baca Juga

Nurul mengatakan, sifon dan satin dibuat dengan teknik tenun benang. Hanya saja, keduanya memiliki hasil akhir yang berbeda.

"Kain sifon dibuat dari benang tipis, ditenun polos tanpa motif pada tenunannya, dan ditenun renggang," ujar Nurul, belum lama ini.

Nurul menjelaskan, tenunan seperti sifon membuat kain menjadi tipis, ringan, tembus cahaya, halus, dan lembut. Sifat kainnya ringan, lembut, dan udara mudah bertukar, sehingga pemakainya dibuat nyaman. Belum lagi, sifon cukup mudah dipakai sebagai hijab.

Awalnya kain sifon hanya dibuat menggunakan benang sutra. Tetapi saat ini, kain sifon mulai diproduksi dengan berbagai jenis serat, antara lain, kapas atau katun, rayon, nilon, polyester, atau campuran untuk mendapatkan karakter kain yang lebih baik.

Kemudian bahan satin, juga menjadi pilihan lain untuk dijadikan pakaian muslim. Berbeda dengan kain sifon, kain satin ditenun dengan cara tertentu, yaitu tenun satin. 

Tenun ini menghasilkan bagian luar kain terlihat berkilau, sementara bagian dalamnya tidak. Kain satin juga memiliki karakter kain yang halus dan lembut. Kilau dari kain satin ini yang membuatnya seringkali dipakai muslimah berhijab untuk acara pesta.

Dulu, kain satin merupakan barang mewah yang dipakai para bangsawan. Namun, saat ini, satin kian banyak ditemui dan diproduksi dari beragam serat, seperti sutra, polyester, dan nilon.

“Jika memilih baju muslim beserta hijab dari kain jenis sifon maupun satin, maka yang harus memperhatikan seratnya," ujarnya.

Sifon dan satin yang nyaman dipakai umumnya terbuat dari serat alam, seperti katun, rayon, hingga sutra. Hanya saja, serat alam membuat kain cepat kusam. 

Sementara, sifon dan satin yang kurang nyaman dipakai biasanya terbuat dari nilon hingga polyester. Sifat serat nilon dan polyester yang tidak menyerap keringat membuatnya tak nyaman dipakai.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA