Selasa 21 Apr 2020 23:47 WIB

Ratusan Santri di Magetan Jalani Rapid Test Covid-19

Rapid Test kepada santri ini dilakukan menyusul adanya 43 pelajar positif Covid-19

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Hasanul Rizqa
Ratusan Santri di Magetan Jalani Rapid Test Covid-19. FOTO: Petugas medis memperlihatkan sampel darah saat Rapid Test atau pemeriksaan cepat COVID-19 Rabu (15/4/2020) lalu.
Foto: Antara/Abriawan Abhe
Ratusan Santri di Magetan Jalani Rapid Test Covid-19. FOTO: Petugas medis memperlihatkan sampel darah saat Rapid Test atau pemeriksaan cepat COVID-19 Rabu (15/4/2020) lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Timur telah melakukan tes cepat (rapid test) Covid-19 terhadap sekitar 200 orang santri di Pondok Pesantren al-Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur, pada hari ini. Hal itu diungkapkan Ketua Rumpun Pelacakan, Kohar Hari Santoso.

Rapid test dilakukan menyusul adanya 43 pelajar asal Malaysia yang baru pulang dari pesantren tersebut. Mereka telah dinyatakan positif mengidap Covid-19.

Baca Juga

Kohar menjelaskan, dari total 22 ribu santri Pesantren Al-Fatah, masih ada sekitar lima ribuan santri yang hingga kini berada di pondok. Mereka berasal dari dalam maupun luar negeri. Adapun dari seluruh santri yang masih bertahan di pondok, baru sekitar 200 orang yang telah mengikuti rapid test.

Bagaimanapun, menurut Kohar, pihaknya belum mau menyampaikan hasil rapid test itu. Alasannya, tim masih menunggu hingga proses tersebut tuntas.

Saat ini, masih tersisa sekitar 4.800 orang santri di pesantren itu yang kemungkinan perlu dites cepat.

"Kami selesaikan dulu semua. Karena enggak gampang, pakai baju astronot itu gerah. Kami mulai itu jam 09.00 WIB pagi sampai Ashar itu sudah tidak betah," kata Kohar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (21/4)

Selain melakukan rapid tes, Kohar mengaku, tim tracing yang berjumlah sekitar 40 orang itu juga sudah melakukan wawancara. Wawancara difokuskan terhadap orang-orang yang diindikasi pernah kontak dengan santri positif Covid-19 di Malaysia.

Kohar menegaskan, tracing masih akan terus dilakukan, namun bergantung kebutuhan. Dia juga menyatakan, belum tentu semua santri yang ada di Ponpes tersebut perlu menjalani rapid test. Maka dari itu, Kohar mengaku pihaknya terus memetakan santri-santri yang ada, berdasarkan risiko tertular Covid-19.

"Kami sedang pelajari dan memperdalam lebih jauh kasus ini. Kami kelompokkan santri berdasarkan tingkat risikonya. Tadi ada yang mengeluhkan gejala ringan, sudah kami kelompokkan sendiri. Alhamdulillah tidak ada yang sakit dengan gejala klinis berat," ujar Kohar.

Ia juga mengatakan, timnya akan melakukan pendalaman terhadap asal penularan santri Malaysia itu. Karena sebelumnya memang sudah ada warga di sekitar Ponpes Al-Fatah yang dinyatakan positif Covid-19 dan sampai sekarang masih dirawat di RSUD dr Soedono Madiun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement