Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Walhi Ingatkan Soal Limbah Medis Pasien Isolasi Mandiri

Selasa 21 Apr 2020 18:16 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Ratna Puspita

Ilustrasi Alat Pelindung Diri (APD) yang telah selesai dipakai untuk memakamkan jenazah suspect corona dibuang.

Ilustrasi Alat Pelindung Diri (APD) yang telah selesai dipakai untuk memakamkan jenazah suspect corona dibuang.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Limbah medis pasien isolasi mandiri tidak boleh dibuang begitu saja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manager Kampanye Energi dan Perkotaan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Dwi Sawung menilai limbah medis dari masyarakat yang melakukan isolasi mandiri perlu diperhatikan. Khususnya bagi masyarakat yang memiliki status PDP atau ODP Covid-19.

Sebab, ia mengatakan, masih banyak masyarakat yang membuang limbah begitu saja. Hal ini tidak bisa dilakukan kepada limbah medis yang digunakan oleh pasien dengan status kesehatan berhubungan dengan penyakit yang penularannya tinggi, seperti Covid-19. 

Baca Juga

"Yang riskan itu yang isolasi mandiri, yang PDP atau ODP. Itu agak riskan, terjadi penularan ke si entah pekerja kebersihan atau tetangga atau siapapun," kata Sawung, dihubungi Republika.co.id, Selasa (21/4).

Ia mengatakan, masyarakat harus memperhatikan pembuangan limbahnya. Misalnya masker, sebelum dibuang bisa dicuci menggunakan cairan pembersih atau detergen. 

Selain itu, bisa juga direbus dulu sebelum dibuang. Bahkan, lanjut Sawung, masker yang direbus sebenarnya masih bisa digunakan kembali. 

Sawung juga mengingatkan, ketika masyarakat membuang masker atau benda lain yang berpotensi bisa digunakan kembali harus dirusak terlebih dulu. Hal ini penting agar benda tersebut tidak dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab dan dijual kembali. 

"Masker kejadian beberapa kali dipakai ulang, jadi digunting dulu supaya nggak dipakai ulang," kata dia lagi. 

Adapun terkait limbah medis dari rumah sakit, menurut dia, pengelolaannya sudah baik. Namun, rumah sakit bisa lebih banyak memanfaatkan alat autoklaf daripada membakar limbah medis. 

Ia menambahkan semua limbah yang terkontaminasi sebaiknya digunakan alat autoklaf dulu sebelum dibuang atau dimanfaatkan kembali. Alat-alat tertentu bisa digunakan kembali setelah diautoklaf. 

"Sebenarnya daripada dibakar dia, lebih baik semua yang tekontaminasi diautoklaf dulu baru bisa dibuang atau dimanfaatkan lagi tergantung, kayak misalnya kekurangan APD bisa nggak langsung dibuang," kata dia lagi. 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA