Selasa 21 Apr 2020 13:44 WIB

Jurus Diplomasi Retno Marsudi di Tengah Pandemi Covid-19

Sebagai menlu, Retno Marsudi dihadapkan pada tantangan besar dalam pandemi Covid-19.

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, dihadapkan tantangan besar dalam kondisi darurat Covid-19.
Foto: Republika TV/Surya Dinata
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, dihadapkan tantangan besar dalam kondisi darurat Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengemban amanah sebagai menteri Luar Negeri dalam kabinet yang mayoritas laki-laki tentu mendatangkan tantangan tersendiri bagi Retno Lestari Priansari Marsudi. Terlebih di masa pandemik, diplomasi ala Kartini yang inspiratif dan tak mengenal henti adalah kunci.

Dalam berbagai forum internasional, perempuan kelahiran Semarang, 27 November 1962 itu senantiasa mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mengusung jurus-jurus diplomasi yang paten. Retno bahkan dianggap sebagai salah satu perempuan paling berpengaruh dalam Kabinet Jokowi.

Baca Juga

Di tengah masa darurat Covid-19, ia punya jurus-jurus khusus sebagai salah satu Kartini Kabinet Indonesia Maju agar seluruh kebijakan luar negeri Indonesia bisa terimplementasikan dengan baik. Retno merasa bersyukur memiliki tim yang solid untuk memaksimalkan ikhtiar agar Indonesia dapat menangani Covid-19.

"Tantangan besar tapi dengan teamwork yang kuat insya Allah tantangan tersebut dapat kita tangani," ujar mantan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda itu

Dalam menjalankan tugas sebagai menteri dalam kondisi darurat corona seperti saat ini, Retno mengatakan fokus diplomasi Indonesia tentunya mengalami penyesuaian, yaitu untuk penanganan Covid-19 dan meningkatkan perlindungan WNI di luar negeri. Komunikasi antara para menlu menjadi lebih intensif, meskipun tidak dapat berjumpa secara fisik.

"Hampir setiap hari kami melakukan komunikasi, baik secara bilateral maupun berkelompok," kata alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu mendapatkan penghargaan sebagai agen perubahan di bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan dari UN Women dan Partnership Global Forum (PGF) 2017 ini.

Dalam masa darurat corona, Retno harus meningkatkan kerja sama demi pemenuhan barang-barang yang diperlukan bagi upaya melawan Covid-19. Perlindungan WNI di luar negeri juga menjadi fokusnya saat ini.

Sementara itu, Retno menganggap perempuan perlu terus diberdayakan, termasuk di tengah pandemik. Sekitar 70 persen tenaga medis seluruh dunia adalah perempuan.

"Artinya perempuan berada di garda terdepan dalam penanganan pasien," ungkap Retno.

Di mata Retno, perempuan selalu dapat menjadi bagian dari penyelesaian masalah. Ia mengatakan, perempuan Indonesia harus saling menguatkan. Retno pun mengambil semangat Kartini sebagai inspirasi.

"Jadi semangat Kartini bahwa perempuan harus diperlakukan setara mendapatkan hak yang sama, hak mengenyam pendidikan, saya kira itu yang menjadi penyemangat kita kaum perempuan Indonesia untuk maju," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement