Selasa 21 Apr 2020 08:34 WIB

Hari Kartini: Ini 17 Kutipan Inspiratif RA Kartini

Selamat Hari Kartini untuk semua wanita Indonesia.

Rep: cermati.com/ Red: cermati.com
Hari Kartini: Ini 17 Kutipan Inspiratif RA Kartini
Hari Kartini: Ini 17 Kutipan Inspiratif RA Kartini

Raden Ajeng Kartini menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya para wanita Indonesia. Wanita lembut yang lahir di Jepara tepat pada tanggal 21 April 1879 ini merupakan pejuang emansipasi wanita. Di masanya, Kartini muda memiliki semangat yang tinggi untuk belajar dan menuntut ilmu hingga ke jenjang yang tinggi.

Namun hal tersebut tentu bukan sesuatu yang mudah untuk mewujudkan mimpi atau keinginan, mengingat pada masa-masa tersebut kehidupan wanita Indonesia tidaklah seperti sekarang ini. Wanita belum memiliki hak yang sama dengan pria, kehidupan wanita masih dikekang dengan berbagai aturan dan juga tradisi yang tentu saja tidak mudah untuk dijalani oleh seorang Kartini dan wanita Indonesia lainnya. 

Kartini menginginkan perubahan untuk kaum wanita Indonesia. Hal ini tak hanya ditunjukkan melalui sikap dan perbuatannya saja, Kartini muda juga banyak menuliskan keinginannya ini dalam surat-surat yang disusun dalam sebuah buku yang inspiratif, berjudul: “Habis gelap terbitlah terang”. 

Bukan hanya itu saja, wanita Indonesia juga bisa belajar perjuangan Kartini lewat kutipan terbaiknya. Berikut beberapa kutipan terbaik dan penuh inspirasi dari R.A. Kartini yang telah Cermati.com kumpulkan dari berbagai sumber.

Baca Juga: Keren, Ini 7 Anak Muda Indonesia Berprestasi dan Bisa Jadi Inspirasi Kamu

 

kartini

  1. “Tetaplah bermimpi, tetaplah bermimpi, bermimpilah selama kamu masih bisa bermimpi. Jika kamu tak lagi bermimpi, akan jadi apakah hidup ini! Pada kenyataannya kehidupan ini begitu kejam.”
  2. “Apakah kamu tahu semboyanku? ‘Aku mau’ itu hanya dua patah kata yang begitu singkat yang sudah berulang kali mendukung dan telah membawaku melewati gunung masalah dan kesulitan yang tinggi. Kalimat ‘Aku tidak mampu’ akan menghilangkan keberanian. Sedangkan kalimat ‘Aku mau’ akan membuat kita mampu untuk menaklukkan puncak gunung dengan mudah.” 
  3. “Banyak hal yang dapat mengalahkanmu. Namun sebenarnya hanya ada satu hal saja yang benar-benar bisa mengalahkanmu, yakni sikapmu sendiri.” 
  4. “Ketika sedang membicarakan seseorang, kamu bisa saja menambahkan bumbu, namun pastikan bumbu tersebut bukan bumbu yang buruk.” 
  5. “Tidak ada hal yang paling menyenangkan, selain membuat wajah orang lain tersenyum bahagia, apalagi jika itu wajah orang yang kita cintai”
  6. “Ketika ada bunga yang layu dan mati, maka tumbuhlah banyak buah. Hal yang sama juga terjadi di dalam kehidupan kita. Ketika ada angan-angan masa muda yang mati, sesekali akan tumbuh angan-angan lainnya di dalam hati, angan yang lebih baik dan sempurna dari sebelumnya, bahkan yang kelak bisa menjadi buah.” 
  7. “Sepanjang pengetahuan kami, agama yang paling sakral dan indah adalah kasih sayang. Dan agar bisa hidup sesuai dengan aturan yang luhur tersebut, apakah seseorang harus menjadi seorang Kristen terlebih dahulu? Orang-orang yang beragama Buddha, Brahma, Yahudi, Islam, dan bahkan orang kafir sekalipun pada dasarnya bisa hidup dengan mengandalkan kasih sayang yang murni.
  8. “Berhentilah untuk merutuki berbagai hal buruk yang terjadi di dalam kehidupanmu. Tuhan tidak pernah memberinya padamu, melainkan kamulah yang sudah memberi kesempatan kepadanya untuk datang.”
  9. “Namun saat ini, kami tidak sedang mencari penghiburan kepada manusia. Namun kami percaya dan berpegang teguh pada tanganNya. Setelah itu, hari yang gelap gulita akan kembali menjadi terang, dan badai ini akan menjadi angin yang sejuk yang bertiup lembut.”
  10. “Apakah ada kondisi yang lebih buruk dan memalukan, selain menggantungkan hidup kepada orang lain?”
  11. “Dara yang sudah mengenyam pendidikan dan cerdas, memiliki pandangan yang sudah luas, tak akan pernah mampu lagi untuk tetap tinggal dan hidup di dalam tradisi kehidupan nenek moyangnya.”
  12.  “Semakin banyak memaklumi, maka akan semakin hilang juga rasa dendam dari dalam hati. Semakin bijak kita mengambil keputusan dan akan semakin kuat juga pendirian kita berlandaskan kasih sayang. Tidak menyimpan dendam, inilah kebahagiaan yang sebenarnya.
  13. “Sesekali, kamu harus merasakan berbagai kesulitan hidup terlebih dahulu, sebelum akhirnya kebahagiaan yang sempurna datang menghampirimu.” 
  14. “Jangan pernah menyerah, jika ternyata kamu masih memiliki keinginan untuk mencoba kembali. Jangan membiarkan penyesalan menghampirimu, sementara kamu hanya membutuhkan satu langkah lagi untuk bisa menjadi pemenang.”
  15. “Tidak peduli bagaimana kerasnya usaha yang kamu lakukan, kamu tidak akan pernah mampu menyangkal perasaanmu. Bila kamu memang memiliki nilai di mata seseorang, maka tidak akan pernah ada alasan bagi orang tersebut untuk berpaling dan mencari orang lain yang lebih baik dari dirimu.”
  16. “Ketika sebuah hubungan berakhir, tidak berarti kedua orang tersebut berhenti untuk saling mencintai. Namun sebaliknya, kedua orang tersebut sedang mencoba berhenti untuk saling menyakiti.” 
  17. “Tak ada awan di langit yang kekal untuk selamanya. Tidak mungkin hari akan selalu cerah. Setelah malam yang gelap, pagi hadir membawa keindahan. Begitu juga dengan kehidupan manusia, sama dengan alam.” 

Baca Juga: 7 Kartini Indonesia Masa Kini, Siapa Saja Mereka?

Jadikan Pelajaran Berharga

Perjuangannya untuk kaum wanita Indonesia tentu masih menjadi sesuatu yang tidak pernah dilupakan. Banyak kutipan indah yang sarat akan makna darinya dan bisa menjadi pelajaran berharga bagi setiap wanita di Indonesia.

Baca Juga: Cara Menjadi Kartini Masa Kini yang Sukses pada Finansial

 

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Cermati.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Cermati.com.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement