Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

WHO Bantah Tuduhan AS Sembunyikan Informasi Virus Corona

Selasa 21 Apr 2020 07:49 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Foto: Martial Trezzini/EPA
Presiden AS Donald Trump berencana membekukan pendanaan untuk WHO.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa tidak ada informasi apa pun yang disembunyikan terkait pandemi virus corona tipe baru atau Covid-19. Pernyataan itu merupakan tanggapan atas komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa WHO sangat China-sentris dalam pendekatannya menangani pandemi Covid-19. Dia pun berencana membekukan pendanaan untuk WHO.

"Memiliki staf CDC AS berarti tidak ada yang disembunyikan dari AS, sejak hari pertama. Semua negara segera mendapatkan informasi," ujar Direktur Jendral WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Sekitar 15 staf dari Centers for Disease Control (CDC) telah diperbantukan ke WHO sejak Januari untuk jangka panjang. Amerika Serikat adalah salah satu penyandang dana sukarela terbesar bagi WHO. Data WHO menunjukkan bahwa AS berkontribusi sebesar 15 persen dari seluruh anggaran di badan tersebut.

Baca Juga

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menggambarkan bahwa pandemi virus corona belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut dia, ini bukan saatnya untuk melakukan penilaian terhadap penanganan pandemi tersebut. Pasalnya, pandemi ini masih terus berlangsung dengan jumlah kasus infeksi yang terus merangkak naik.

"Sekarang adalah waktu untuk persatuan, bagi komunitas internasional untuk bekerja bersama dalam solidaritas untuk menghentikan virus ini," ujar Gutteres.

WHO memimpin perjuangan global melawan virus yang telah menginfeksi lebih dari 2,4 juta orang dan menyebabkan 165 ribu kematian. WHO telah memesan 30 juta tes diagnostik selama 4 bulan ke depan. WHO juga mengirim hampir 180 juta masker bedah pada bulan April dan Mei serta 54 juta masker wajah dan lebih dari 3 juta pasang kacamata pelindung. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA