Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Setop Merokok Bisa Tingkatkan Imunitas Saat Pandemi Covid-19

Selasa 21 Apr 2020 06:25 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Reiny Dwinanda

Kampanye stop merokok (ilustrasi), Berhenti merokok dapat tingkatkan imunitas selama pandemi Covid-19.

Kampanye stop merokok (ilustrasi), Berhenti merokok dapat tingkatkan imunitas selama pandemi Covid-19.

Foto: Antara/Zabur Karuru
Berhenti merokok dapat tingkatkan imunitas selama pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Menjaga imunitas atau daya tahan tubuh merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari infeksi virus, termasuk Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang masih menjadi pandemi di dunia. Kepala Divisi Alergi Imunologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKKMK Universitas Gadjah Mada dr Deshinta Putri Mulya mengatakan, menjaga imunitas tubuh sangat penting.

"Tubuh manusia sendiri memiliki dua macam imunitas, yakni innate dan adaptif," jelas Deshinta.

Baca Juga

Innate merupakan imunitas alamiah yang berperan sebagai sistem pertahanan tubuh yang pertama melawan semua kuman (antigen) yang masuk tubuh. Sedangkan, adaptif merupakan sistem pertahanan tubuh yang bersifat lebih spesifik, seperti flu.

"Keduanya menjadi bagian terpenting dari sistem imun tubuh manusia yang melindungi dari ancaman patogen," kata Deshinta, Senin (20/4).

Dokter Kelompok Staf Medis Penyakit Dalam RSUP Dr Sardijito ini menuturkan, banyak yang bisa dilakukan untuk meningkatkan imunitas. Selain mematuhi physical distancing, rajin cuci tangan dengan sabun, dan memakai masker, berhenti merokok juga menjadi langkah lain yang bisa meningkatkan imunitas.

"Merokok bisa merusak barier fisik, seperti mukosa, yang menjaga zat berbahaya dari luar. Selain itu, hindari menggunakan bahan-bahan yang dapat mengiritasi kulit karena dapat merusak barier fisik tubuh," ujar Deshinta.

Meningkatkan imunitas juga bisa dilakukan dengan memerhatikan asupan nutrisi. Ia menjelaskan, ada sejumlah nutrisi yang bisa memperbaiki kerja makrofag atau sel yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh.

"Makanan yang mengandung vitamin A, C, E, dan D bisa memperbaiki kerja sel imun dan kerja imun alami," kata Deshinta.

Konsumsi suplemen juga disarankan jika merasa kebutuhan vitamin belum tercukupi dari makanan sehari-hari. Sementara itu, konsumsi imunostimulan boleh diberikan bagi mereka yang memang membutuhkan peningkatan daya tahan tubuh.

"Misalnya, pada orang dengan aktivitas fisik berlebih, terpaksa harus bekerja di luar rumah, atau orang dengan daya tahan tubuh yang lemah, seperti orang dengan penyakit penyerta (komorbid)," jelas Deshinta.

Di samping itu, Deshinta juga mengajak masyarakat untuk mengelola emosi karena stres pengaruh terhadap imunitas tubuh. Bila seseorang stres, maka tubuh akan mengeluarkan hormon untuk meredakan stres.

"Pengeluaran hormon pereda stres itu berdampak menurunkan kekebalan tubuh, jadi jangan mudah stres menghadapai situasi dan kondisi yang tidak menentu seperti di tengah-tengah pandemi Covid-19," ujar Deshinta.

Melakukan aktivitas fisik seperti berolah raga juga tidak kalah penting untuk menjaga imunitas. Olah raga sebaiknya dilakukan selama 30 menit, minimal tiga kali dalam satu pekan dengan intensitas sedang.

"Dengan berolah raga akan membantu memperbaiki imunitas dan mempertahankan kinerja fisik," ujar Deshinta.
 

 
 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA