Ahad 19 Apr 2020 15:36 WIB

Panen Raya di Tasikmalaya Lebihi Target

Tasikmalaya tetap melaksanakan panen raya di tengah pandemi covid-19.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Endro Yuwanto
Panen raya (Ilustrasi). Sejumlah petani di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tetap melaksanakan panen raya di tengah pandemi covid-19.
Foto: Kementerian Pertanian
Panen raya (Ilustrasi). Sejumlah petani di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tetap melaksanakan panen raya di tengah pandemi covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Sejumlah petani di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tetap melaksanakan panen raya di tengah pandemi covid-19. Hasil panen para petani itu dinilai melebihi target produksi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, Kota Tasikmalaya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, Kota Tasikmalaya, Tedi Setiadi mengatakan, pada Sabtu (18/4) dilakukan panen raya di dua lokasi berbeda, yaitu di Kecamatan Mangkubumi dan Tamansari. Dari dua panen raya yang dilakukan itu, hasilnya melebihi target.

"Alhamdulillah hasilnya melebihi target," kata Tedi ketika dihuhungi wartawan, Ahad (19/4).

Tedi mencontohkan, hasil panen raya di salah satu gabungan kelompok petani di Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, didapatkan hasil panen padi sekira 12 ribu ton. Angka itu melebihi target sebesar 10 ribu ton.

Selain itu, sejumlah petani di Kelurahan Setiawargi, Kecamatan Tamansari, juga memanen padi gogo. Panen itu dilakukan di lahan sekira 10 hektare dari 250 lahan yang tersedia.

Dengan adanya panen itu, Tedi mengatakan, stok beras untuk kebutuhan Kota Tasikmalaya selama April dipastikan aman. "Kebutuhan kami sebulan 5.084 ton beras. Artinya, kami surplus," jelas dia.

Tedi menambahkan, adanya panen padi gogo membuktikan bahwa para petani saat ini tak hanya dapat menanam padi di sawah, tapi lahan kering. Untuk panen di lahan kering bisa menggunakan varietas padi gogo.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman memastikan pasokan kebutuhan pangan 14 bahan pokok aman hingga Idul Fitri. Karena itu, warga diimbau tak khawatir selama pandemi corona bahan kebutuhan pokok akan langka.

Budi mengingatkan, masyarakat dapat berbelanja seperti biasanya. Tak perlu berlebihan atau panic buying. "Kalau panik, harga justru melonjak. Sekarang belanja seperti biasa saja agar harga stabil," kata dia

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement