Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

SMRC: 52% Publik Anggap Pemerintah Cepat Tangani Corona

Sabtu 18 Apr 2020 14:02 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Bayu Hermawan

Virus corona (ilustrasi).

Virus corona (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Survei SMRC mengatakan 52 persen publik anggap pemerintah cepat tangani corona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei penilaian publik terkait penanganan wabah virus corona (Covid-19) yang dilakukan pemerintah. Berdasarkan hasil survei, 52 persen anggap pemerintah bergerak cepat menangani wabah corona.

"Sebanyak 52% warga menganggap pemerintah pusat cepat menangani wabah Corona, sementara 41% menganggap lambat," kata CEO SMRC Sirajuddin Abbas dalam paparan surveinya yang diterima Republika.co.id pada Sabtu, (18/4).

Yang menarik, berdasarkan hasil survei SMRC ditemukan perbedaan penilaian warga di tiap provinsi terkait langkah pemerintah pusat dalam menanggani Covid-19. 

Baca Juga

Mayoritas warga Jawa Tengah (61%) dan Jawa Timur (61%) menganggap langkah pemerintah pusat cepat menangani corona.

"Tapi di Jawa Barat hanya 41% warga menganggap pemerintah pusat bekerja cepat," ujar Sirajuddin.

Terlepas dari penilaian ke pemerintah pusat, penilaian warga terhadap respon pemerintah provinsinya (pemprov) juga bervariatif. Mayoritas warga Jawa tengah (73%), Jawa Timur (68%) dan DKI Jakarta (62%) menilai pemerintah provinsi bergerak cepat.

"Sedangkan di Jawa Barat hanya 39% warga menganggap pemerintah provinsi bergerak cepat," ucap Sirajuddin.

Diketahui, temuan tersebut merupakan hasil survei nasional SMRC tentang Wabah Covid-19 yang dirilis secara daring pada 17 April 2020. Survei dilakukan pada 9-12 April 2020 terhadap 1200 responden yang diwawancarai melalui telepon yang dipilih secara acak, dengan margin of error 2,9 %. 

 

Rizky Surya

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA