Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Asap Kebakaran Hutan Dekat Chernoby Pengaruhi Kualitas Udara

Sabtu 18 Apr 2020 05:19 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Muhammad Hafil

Kebakaran hutan/ilustrasi

Kebakaran hutan/ilustrasi

Foto: wikimedia
Asap dari kebakaran hutan dekat Chernobyl terkontaminasi.

REPUBLIKA.CO.ID, KYIV -- Asap dari kebakaran hutan di zona evakuasi terkontaminasi di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl telah mempengaruhi Kyiv. Kondisi ini menempatkan ibukota Ukraina di dekat bagian atas indeks polusi udara global, Jumat (17/4).

Pihak berwenang mengatakan tingkat radiasi di Kyiv tetap normal, meski menyarankan warga untuk tinggal di rumah dan menutup jendela. Data kualitas udara langsung di iqair.com menempatkan ibukota Ukraina tepat di belakang beberapa kota di China dalam polusi udara.

Pihak berwenang di Kyiv mengatakan, tingkat radiasi di ibukota, yang sekitar 100 kilometer selatan pabrik, berada dalam tahap normal. Mereka juga menyatakan kebakaran hutan tidak menimbulkan ancaman terhadap pembuangan limbah radioaktif dan fasilitas lainnya di Chernobyl. Namun, pemerintah menyarankan warga Kyiv untuk minum banyak air dan menutup jendela dengan kain basah jika mereka membukanya.

Sekitar 1.000 petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk memadamkan. Petugas juga didukung oleh pesawat udara yang dikerahkan untuk memerangi kebakaran hutan di dekat lokasi kecelakaan nuklir terburuk di dunia pada 34 tahun yang lalu. Upaya ini untuk menekan kebakaran yang lebih luas lagi.

Kebakaran hutan terjadi sekitar Chernobyl pada 4 April yang terjadi tanpa sengaja karena warga membakar sampah. Tim pemadam kebakaran berhasil menahan  nyala api sejak awal, tetapi kebakaran baru meletus pada Kamis, menyapu daerah yang lebih luas berkat angin kencang.

Kebakaran berada di Zona Pengecualian Chernobyl 2.600 kilometer persegi yang didirikan setelah bencana tahun 1986. Zona ini sebagian besar tidak berpenghuni, meskipun sekitar 200 orang tetap tinggal, meski ada perintah untuk pergi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA