Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Makna Kata Amin yang Kita Baca Saat Sholat dan Doa

Jumat 17 Apr 2020 22:39 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Kata amin mempunyai makna yang dalam menurut Alquran hadits. Ilustrasi sholat.

Kata amin mempunyai makna yang dalam menurut Alquran hadits. Ilustrasi sholat.

Foto: REPUBLIKA
Kata amin mempunyai makna yang dalam menurut Alquran hadits.

REPUBLIKA.CO.ID, Makna lafaz amin sangatlah besar. Di bukan sebatas ritual bacaan yang dilafazkan ketika usai membaca surat Al-Fatifah, tetapi juga dia mempunyai makna.

Baca Juga

Berikut ini pemaknaan lafaz amin menurut Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof KH Nasaruddin Umar yang juga Rektor Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta, sebagaimana dikutip dari dokumentasi Harian Republika:  

Di akhir pembacaan surat al-Fatihah dalam sholat, khususnya sholat yang bacaannya dibesarkan (jahr), dianjurkan untuk membaca amin dengan nada kedengaran bagi kaum laki-laki. Diucapkan dalam hati bagi kaum perempuan.

Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, "Jika imam membaca gair al-magdhub 'alaihim wa la al-dhalin (akhir surat al-Fatihah), maka hendaklah para makmumnya membaca "amin". Ucapan yang sama juga disampaikan oleh para penghuni langit (malaikat), lalu Allah SWT mengampuni dosa masa lalunya". Ada sejumlah redaksi lain yang intinya sama, dianjurkan membaca amin ketika imam atau orang lain membaca akhir surat al-Fatihah.

Meskipun lafal amin bukan dari Alquran tetapi banyak riwayat menganjurkan pembacaannya ketika mendengar atau melantunkan bacaan akhir surat al-Fatihah. Kalangan ulama mengatakan sekalipun di luar sholat pembacaan amin dianjurkan. Misalnya kita mendengarkan orang lain bertadarus melafazkan akhir surat al-Fatihah, tetap orang lain yang mendengarkannya diminta membaca amin.

Lafal amin  menurut kalangan ulama tafsir mempunyai tiga makna, yaitu: 'Demikianlah adanya' (kadzalika yakun), 'Ya Allah kabulkanlah doa kami' (Allahumma istajib), 'di antara nama dari nama-nama Allah SWT' (innahu min asma' Allah Swt). Tentu saja pembacaan lafaz amin mempunyai hikmah yang besar.

Di antaranya ialah sebagai hamba Allah SWT tidak ada alasan untuk tidak memohon sesuatu dari Allah SWT, karena Ia telah meminta kita untuk selalu berdoa: Ud'uni astajib lakum ("Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu"/QS Gafir [40]:60). Kedudukan doa dalam Islam amat penting karena disebutkan dalam hadits: Al-du'au much al-'ibadah (Doa adalah induk ibadah).

Kalangan sufi membagi beberapa macam doa. Ada doa yang dipanjatkan oleh mulut (lisan al-maqal) dan ada doa yang dipanjatkan oleh keadaan (lisan al-hal). Doa lisan al-hal lebih kuat daripada doa lisan al-maqal. Yang terakhir bukan mulutnya yang berdoa tetapi keaadaan dan kondisi obyektifnya yang berdoa. Contohnya ada orang-oang tertentu menzalimi kita lalu kita kecewa dan bersedih.

Meskipun kita tidak mengangkat tangan dan berdoa secara lisan, tetapi Allah SWT sudah memahaminya. Orang yang menzalimi orang lain maka sesungguhnya ia akan menzalimi dirinya sendiri. Rasulullah SAW pernah mengingatkan, "Takutlah terhadap doa orang teraniaya (ittaqu al-du'a al-madhlum), karena mereka berdoa dengan lisan al-hal. Pembacaan amin sesungguhnya simbolisasi dari doa lisan al-hal.

Selain akhir surat al-Fatihah, dianjurkan juga mengucapkan lafaz amin setiap doa yang dipanjatkan secara berjamaah. Rasulullah SAW pernah didaulat untuk mendoakan seorang nenek yang intinya minta didoakan masuk surga. Setiap kali Nabi mengakhiri doanya setiap itu pula ada suara riuh mengucapkan amin. Sang nenek kaget karena begitu banyak suara amin di dalam ruangan padahal ia hanya berdua dengan Nabi di dalamnya. Ia bertanya kepada Nabi, siapa yang mengaminkan doa-doa kita. Nabi menjawab yang mengaminkan doa-doa kita ialah tembok-tembok di sekitar kita. Hadis ini membuktikan bahwa sesungguhnya tidak ada benda mati di sisih Allah SWT.

Lafaz-lafaz amin juga diucapkan oleh para malaikat di belakang kita setiap kali kita membaca doa di dalam sholat dan seusai sholat. Rasulullah SAW pernah bersabda, orang yang memulai sholatnya dengan azan dan iqamat maka akan turun rombongan malaikat turun dari langit ikut serta beribadah. Setiapkali ada doa setiap itu pula para malaikat mengaminkan doa-doa yang bersangkutan. Siapapun menghendaki keikutsertaan malaikan di dalam berdoa maka hendaklah mengawali sholatnya dengan azan dan iqamat. 

 

 

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA