Jumat 17 Apr 2020 19:03 WIB

Arya: Presiden Perintahkan Menteri BUMN Berantas Mafia Alkes

Stafsus mengatakan Presiden perintahkan Erick Thohir berantas mafia Alkes dan obat.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Bayu Hermawan
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga (kanan)
Foto: ANTARA/Nova Wahyudi
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga (kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menugaskan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk memberantas mafia alat kesehatan (alkes), bahan baku obat, dan obat-obatan. Arya mengatakan pandemi Covid-19 menguak dengan jelas betapa suramnya potret ketersediaan alkes dan obat-obatan dalam negeri akibat ulah mafia.

"Pak Erick menyatakan kita terlalu sibuk selama ini dengan trading (alkes hingga bahan baku obat), tidak berusaha membangun industri dalam negeri untuk pengadaan alkes hingga bahan baku obat," ujar Arya di Jakarta, Jumat (17/4).

Baca Juga

Kata Arya, Erick Thohir telah mencium adanya praktik mafia alkes dan obat-obatan. Indikasinya, kata Arya, terlibat dari model pasokan alkes, bahan baku obat, dan obat-obatan yang mana 90 persennya impor. Arya menyebut Indonesia selama ini hanya mengandalkan impor untuk alkes hingga bahan baku obat.

"Di sini Pak Erick melihat ada mafia-mafia besar, baik global maupun lokal yang mungkin bergabung, yang akhirnya membuat kita bangsa kita hanya sibuk berdagang bukan sibuk produksi dan jelas arahan Pak Jokowi kepada Pak Erick supaya memberantas mafia-mafia ini dengan membangun industri farmasi," ucap Arya. 

Dengan membangun industri farmasi, kata Arya, Indonesia tak lagi terlalu bergantung pada impor. Erick, kata Arya, menduga besarnya peranan para mafia yang memanfaatkan kebutuhan alkes hingga bahan baku obat lewat perdagangan luar negeri.

"Inilah yang dijadikan Pak Erick sebagai dasar kenapa beliau katakan bahwa selama ini mafia di alkes dan bahan baku obat, obat-obatan, menguasai bangsa kita," kata Arya menambahkan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement