Jumat 17 Apr 2020 16:25 WIB

Makan yang Halal untuk Kebaikan Kita Sendiri

Islam mengajarkan umatnya untuk makan makanan yang halal.

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil
Makan yang Halal untuk Kebaikan Kita Sendiri. Foto: Ilustrasi Makanan Halal
Foto: Foto : MgRol100
Makan yang Halal untuk Kebaikan Kita Sendiri. Foto: Ilustrasi Makanan Halal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Alquran telah memberikan batasan-batasan apa saja perlu dan tidak boleh dimakan oleh umatnya. Apa yang dilarang oleh Allah di dalam Alquran semuanya tentu demi kebaikan manusia itu sendiri.

 

Baca Juga

Ketentuan mengonsumsi makanan halal dan dilarang memakan-makanan haram ada di dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 168.

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ 

"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu."

Surat Al-Maidah ayat 3 menyampaikan lebih rinci apa-apa saja makanan yang tidak boleh dimakan oleh sekalian manusia. Larangan itu tentunya demi mendapati tubuh yang sehat dan jiwa yang kuat dalam menjalankan amal sebagai khalifah di dunia.

 حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ ٱلْمَيْتَةُ وَٱلدَّمُ وَلَحْمُ ٱلْخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ لِغَيْرِ ٱللَّهِ بِهِۦ وَٱلْمُنْخَنِقَةُ وَٱلْمَوْقُوذَةُ وَٱلْمُتَرَدِّيَةُ وَٱلنَّطِيحَةُ وَمَآ أَكَلَ ٱلسَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى ٱلنُّصُبِ وَأَن تَسْتَقْسِمُوا۟ بِٱلْأَزْلَٰمِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ ٱلْيَوْمَ يَئِسَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَٱخْشَوْنِ ۚ ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَٰمَ دِينًا ۚ فَمَنِ ٱضْطُرَّ فِى مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ 

 "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Alquran selain sebagai Kitab Suci yang maha benar. Apa yang di atur di dalamnya juga merupakan petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa "huda lil muttaqin", yakni orang-orang yang memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; juga sekaligus menjadi petunjuk bagi manusia secara umum "huda linnaas"

Pegiat halal dari lembaga Indonesia Halal Watch (IHW) Ikhsan Abdullah mengatakan,  jika Alquran sudah mengatur terkait perintah memakan makanan halal dan haram, artinya perintah tersebut penting harus dijalankan. Karena Alquran berasal dari firman Tuhan yang Maha Kuasa itu ada maknanya.

"Maka tentu saja bukan hanya terkandung makna dan filosofis mengapa jenis-jenis binatang tersebut tidak boleh dimakan, tetapi juga terdapat pengalaman empiris yang terjadi pada kaum dan umat terdahulu," kata Ikhsan kepada Republika.co.id belum lama ini.

Menurut Ikhsan, ketidakpedulian manusia terhadap ajaran dan firman Tuhan yang telah jelas, selalu berakhir menjadi petaka. Bukan hanya berakibat kepada diri manusia itu sendiri yang tidak mematuhi ketentuan tersebut, akan tetapi juga berakibat membahayakan orang lain.

“Untuk itu semua umat terutama umat Muslim harus perhatikan betul apa yang dimakan. Jangan sampai apa yang dimakan menjadi petaka,” kata Ikhsan.

"Ini tentu adalah peringatan yang sangat keras bagi manusia agar mentaati firman Tuhan yang telah di wahyukan didalam Al-Quran Surat Al- Baqarah ayat 168, Al-Maidah ayat 3,” katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement