Tak Ada Bazar Ramadhan dalam Format Apa Pun di Malaysia

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

 Kamis 16 Apr 2020 16:57 WIB

Tak Ada Bazar Ramadhan dalam Format Apa pun di Malaysia. Foto ilustrasi. Foto: Republika/Silvy Dian Setiawan Tak Ada Bazar Ramadhan dalam Format Apa pun di Malaysia. Foto ilustrasi.

Pengadaan bazar Ramadhan Malaysia terbentur aturan pembatasan pergerakan.

REPUBLIKA.CO.ID, PUTRAJAYA -- Pemerintah Malaysia menegaskan tidak ada bazar atau pasar Ramadhan dalam bentuk apa pun tahun ini. Selama periode perintah kontrol pergerakan (MCO), tidak ada bazar Ramadhan yang akan diizinkan, baik itu dalam bentuk warung fisik atau konsep drive-thru, konsep barang dikemas dan diambil (pack and pick-up), maupun pengiriman dengan konsep perniagaan pengantaran (e-hailing).

Menteri Senior (Cluster Keamanan) Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengatakan, keputusan tentang masalah tersebut dibuat pada pertemuan Komite Menteri Khusus tentang MCO. Mereka mengambil keputusan itu setelah mempertimbangkan konsekuensi konsep bazar baru yang diusulkan.

"Jika kami menyelenggarakan bazar fisik dengan 50 kios di suatu tempat dan menggunakan layanan e-hailing untuk mengambil pesanan pelanggan, itu tidak mungkin dan tidak diizinkan. Namun, bisnis e-hailing dan pengiriman dari rumah yang berjalan dapat berlangsung seperti biasa," kata Ismail Sabri pada konferensi pers harian di Putrajaya, dilansir di Bernama, Kamis (16/4).

Sebelumnya, ada usulan agar diadakan bazar Ramadhan secara daring menggunakan konsep drive-thru, konsep barang dikemas dan diambil, serta pengiriman dengan konsep e-hailing. Pasalnya, bazar Ramadhan secara normal tidak mungkin diselenggarakan selama MCO untuk mengekang penyebaran virus corona di negara itu.

Dalam perkembangan lain, Ismail Sabri mengatakan, Talian Kasih sejauh ini telah menerima 135 seruan tentang insiden kekerasan dalam rumah tangga selama periode MCO. Ia mengatakan, publik diimbau terus bekerja sama dengan polisi serta Kementerian Perempuan, Keluarga, dan Pengembangan Masyarakat, dengan menyalurkan informasi tentang insiden semacam itu. Dalam hal ini, Pemerintah Malaysia membuka hotline Talian Kasih dengan tujuan membantu menangani setiap kasus kekerasan dalam rumah tangga selama MCO.

"Mereka juga dapat mengirim pesan teks ke Talian Kasih di nomor 15999 atau dengan Whatsapp di nomor 019-261 5999. Polisi akan menyelidiki dan mengambil tindakan yang diperlukan," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X