Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

Jepang Prediksi Kematian Akibat Covid-19 Capai 400 Ribu Jiwa

Rabu 15 Apr 2020 14:43 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Pengunjung berjalan melalui bunga sakura di Taman Ueno. Kementerian Kesehatan Jepang proyeksikan kematian akibat Covid-19 capai 400 ribu. Ilustrasi.

Pengunjung berjalan melalui bunga sakura di Taman Ueno. Kementerian Kesehatan Jepang proyeksikan kematian akibat Covid-19 capai 400 ribu. Ilustrasi.

Foto: KIMIMASA MAYAMA/EPA-EFE
Kementerian Kesehatan Jepang memproyeksikan kematian akibat Covid-19 capai 400 ribu.

REPUBLIKA.CO.ID,TOKYO - Kementerian Kesehatan Jepang memproyeksikan kematian akibat virus corona tipe baru yang menyebabkan Covid-19 di Jepang bisa mencapai 400 ribu jiwa. Hal itu mungkin saja terjadi jika tindakan membendung penularan tidak dilakukan pemerintah.

Tim dari Kementerian Kesehatan yang mempelajari soal penyakit menular terutama Covid-19 memperkirakan bahwa kasus-kasus serius memerlukan intervensi ventilator hingga mencapai 850 ribu. Hal tersebut dilaporkan Kyodo dan surat kabar Asahi Jepang. Proyeksi ini didasarkan pada penelitian dari profesor Universitas Hokkaido Hiroshi Nishiura, salah seorang pakar penyakit menular yang memandu respons pemerintah terhadap wabah tersebut.

Baca Juga

Pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe telah menyatakan keadaan darurat nasional khususnya untuk wilayah Tokyo, Osaka, dan enam prefektur lainnya. Pemerintah juga menyarankan warga membatasi interaksi pribadi sebesar 70 hingga 80 persen untuk mencegah ledakan dalam jumlah kasus.

Pemerintah Jepang juga telah mengundurkan waktu pelaksanaan Olimpiade musim panas ke 2021 karena virus corona. Abe pun telah mengalokasikan dana ekonomi sebagai dampak dari pandemi.

Hingga kini, Jepang telah memiliki lebih dari 8.000 kasus infeksi positif corona. Sebanyak 162 kematian akibat virus corona baru tercatat di Negeri Sakura.

Virus corona telah menyebar ke lebih dari 200 negara dan wilayah di seluruh dunia. Virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 ini telah menginfeksi sekitar hampir 2 juta orang dengan catatan korban meninggal dunia 126 ribu lebih.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA