Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

Tangani Covid-19, Palestina Minta Bantuan India

Rabu 15 Apr 2020 08:39 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta bantuan medis India untuk mengatasi wabah Covid-19. Ilustrasi.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta bantuan medis India untuk mengatasi wabah Covid-19. Ilustrasi.

Foto: Fethi Belaid/ Pool photo via AP, FIle
Palestina meminta bantuan medis India untuk mengatasi wabah Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH — Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta bantuan medis dari India untuk mengatasi wabah Covid-19. Hal itu dia sampaikan saat melakukan percakapan via telepon dengan Perdana Menteri India Narendra Modi pada Selasa (14/4).

Pada kesempatan tersebut, Abbas dan Modi membahas tentang perkembangan situasi terkait penyebaran Covid-19 di negara masing-masing. Menurut Abbas, Palestina mengalami kemajuan dalam menangani wabah Covid-19.

”Kami dapat membuat kemajuan besar dalam menghadapi dan mengendalikan pandemi virus corona. Meskipun pendudukan Israel dan kesulitan yang timbul darinya, kami dapat membuat kemajuan yang signifikan di bidang ini,” kata Abbas, seperti dikutip laman kantor berita Palestina WAFA.

Kendati demikian, dia tak menampik bahwa Palestina masih membutuhkan bantuan. "Meskipun ada kemajuan ini, bagaimanapun, masih ada kebutuhan untuk obat-obatan dan peralatan medis," ucapnya. Abbas menambahkan bahwa otoritas Palestina yang kompeten akan menghubungi rekan-rekan mereka di India untuk bekerja sama dalam bidang ini.

Abbas mengutarakan keyakinannya bahwa Modi dapat membawa India keluar dari krisis akibat Covid-19 dengan kerugian yang minim. Modi pun menekankan solidaritas India terhadap Palestina dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Menurut dia pandemi ini merupakan ancaman bagi semua umat manusia. Modi menegaskan kesiapan negaranya memberikan bantuan semampunya kepada Palestina untuk menghadapi wabah Covid-19.

India diketahui baru saja memperpanjang masa karantina wilayah atau lockdown hingga 3 Mei mendatang. Negara tersebut memiliki 10.815 kasus Covid-19 dengan 353 korban jiwa. Sementara Palestina memiliki 308 kasus Covid-19 dengan dua korban jiwa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA