Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Sejarah Hari Ini: Detik-detik Tenggelamnya Titanic

Rabu 15 Apr 2020 07:22 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Surat kabar yang memberitakan tenggelamnya Titanic. Pada 15 April 1912 kapal Titanic tenggelam di Samudra Atlantik Utara.

Surat kabar yang memberitakan tenggelamnya Titanic. Pada 15 April 1912 kapal Titanic tenggelam di Samudra Atlantik Utara.

Foto: ap
Pada 15 April 1912 kapal Titanic tenggelam di Samudra Atlantik Utara

REPUBLIKA.CO.ID, ATLANTIC OCEAN - Pada 15 April 1912 tepatnya pukul 02.20, kapal laut Inggris Titanic mulai tenggelam di Samudra Atlantik Utara sekitar 400 mil selatan Newfoundland, Kanada. Kapal besar nan mewah itu mengangkut 2.200 penumpang dan awak kapal.

Dua setengah jam sebelumnya, kapal menabrak gunung es. Dilansir History, pada 10 April kapal termewah dalam sejarah pembuatannya itu berangkat dari Southampton, Inggris pada perjalanan perdananya melintasi Samudra Atlantik.

Titanic dirancang oleh pembuat kapal asal Irlandia William Pirrie. Kapal dibuat di Belfast yang mengklaim sebagai kapal tercepat di dunia. Kapal membentang 883 kaki. Lambung kaki dibagi menjadi 16 kompartemen kedap air. Sebab empat kompartemen ini dapat dibanjiri tanpa menyebabkan hilangnya daya apung yang kritis. Sangat jelas, Titanic dianggap tidak dapat tenggelam.

Setelah berhenti di Cherbourg, Prancis, dan Queenstown, Irlandia untuk menjemput beberapa penumpang akhir, kapal besar itu berangkat dengan kecepatan penuh ke New York City. Tak sesuai harapan, kecepatan penuh untuk membuktikan kecepatan kapal itu malah berujung petaka.

Tepat sebelum tengah malam pada 14 April, RMS Titanic gagal mengalihkan jalurnya dari gunung es. Kapal menabrak gunung es itu.

Lima kompartemen Titanic bocor di sepanjang sisi kanannya. Kompartemen-kompartemen ini kemudian dipenuhi air dan menarik busur kapal. Karena kompartemen Titanic tidak ditutup di bagian atasnya, air dari kompartemen yang pecah memenuhi masing-masing kompartemen yang menyebabkan busur tenggelam dan buritan dinaikkan ke posisi yang hampir vertikal di atas air.

Kemudian Titanic pecah menjadi dua dan sekitar pukul 02.20 pada 15 April, buritan dan haluan tenggelam ke dasar samudera. Kapal Titanic minim sekoci dan kekurangan prosedur darurat.

Lebih dari 1.500 orang jatuh dari kapal yang perlahan-lahan tenggelam. Banyak orang yang ikut tenggelam atau mati kedinginan di perairan Atlantik Utara yang membeku.

Sebagian besar dari sekitar 700 orang yang selamat adalah perempuan dan anak-anak. Sejumlah warga Amerika dan Inggris yang terkenal meninggal dalam tragedi itu, termasuk jurnalis Inggris terkenal William Thomas Stead dan pewaris kekayaan Straus, Astor, dan Guggenheim.

Satu jam lebih 20 menit setelah Titanic tenggelam, kapal Cunard Carpathia tiba. Orang-orang yang selamat yang berada di atas sekoci mendapatkan pertolongan pertama.

Setelah diselidiki, kapal Leyland, Kalifornia berada kurang dari 20 mil pada saat kecelakaan itu. Tetapi kapal itu gagal mendengar sinyal marabahaya Titanic sebab operator radionya sedang tidak bertugas. Setelah insiden memilukan itu, Konvensi Internasional untuk Keselamatan Kehidupan di Laut diadakan pada tahun 1913.

Aturan diadopsi yang mensyaratkan bahwa setiap kapal memiliki ruang sekoci untuk setiap orang di atas kapal dan latihan sekoci penyelamat diadakan. Patroli Es Internasional didirikan untuk memantau gunung es di jalur pelayaran Atlantik Utara. Selain itu juga diwajibkan agar kapal memelihara arloji radio 24 jam.

Pada 1 September 1985, sebuah ekspedisi gabungan Amerika Serikat dan Prancis menemukan bangkai kapal Titanic yang terletak di dasar samudera pada kedalaman sekitar 13 ribu kaki. Kapal itu dijelajahi oleh kapal selam berawak dan tak berawak yang memberi cahaya baru pada detail tenggelamnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA