Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Jadi Mitra Kementan, SYL Pantau Stok Gudang Tani Hub

Selasa 14 Apr 2020 19:12 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Gita Amanda

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendatangi langsung salah satu warehouse atau gudang penyimpanan stok pangan milik Tani Hub Group.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendatangi langsung salah satu warehouse atau gudang penyimpanan stok pangan milik Tani Hub Group.

Foto: kementan
Tani Hub jadi mitra resmi Kementan menyediakan kebutuhan pangan pokok masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendatangi langsung salah satu warehouse atau gudang penyimpanan stok pangan milik Tani Hub Group. Tani Hub secara resmi telah menjadi mitra Kementan dalam menyediakan kebutuhan pangan pokok bagi masyarakat.

Syahrul mengatakan, Tani Hub menjadi salah satu start up pertanian hasil kreasi anak muda yang harus terus didorong. Terlebih, inovasi yang diciptakan berada di bidang pertanian yang menyediakan stok pangan dari para petani di Indonesia.

"Kita menunggu banyak anak milenial akan terlibat dalam proses pertanian mulai dari hilir hingga ke hulu," kata Syahrul di Bogor, Selasa (14/04).

Syahrul mengatakan, lewat pemesanan yang dapat dilakukan melalui aplikasi Tani Hub, masyarakat tak perlu keluar untuk mencari kebutuhan pangannya. Sebab, seluruh pesanan akan dikirim langsung ke alamat konsumen. Lebih lanjut, Syahrul berharap hal itu bisa menenangkan masyarakat dan bia mengikuti instruksi pemerintah untuk tetap tinggal di rumah.

Vice President of Corporate Services Tani Hub, Astri Purnamasari, mengatakan Tani Supply sebagai anak usaha Tani Hub yang mengelola gudang melakukan proses bisnis dengan ketat dan terstandarisasi. Baik di sisi pengadaan produk (trade procurement), warehouse management system, maupun protokol kesehatan dan keamanan makanan (food safety), serta koordinasi yang cepat, efisien dan terstruktur dengan pihak logistik.

"Hal ini dilakukan untuk menjamin produk sampai di tangan pelanggan dengan baik dan tepat waktu, meskipun di tengah tantangan dan kondisi yang serba tidak menentu seperti saat ini," kata Astri.

Ia juga mengatakan Tani Supply mengelola lima warehouse yang tersebar di Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar. Selain itu, salah satu ekspansi inovatif terbaru yang dijalankan Tani Supply adalah melalui pendirian Packing and Processing Center (PPC) di Malang, Jawa Timur, dengan menggunakan teknologi otomasi dalam proses grading dan pengukuran tingkat kemanisan (brix).

"Melalui fasilitas tersebut, kami berharap para petani akan mampu menjangkau market yang lebih luas, karena mereka dapat menyesuaikan produk sesuai permintaan pasar," terangnya.

Dalam konteks pencegahan penularan Covid-19, ia mengatakan, Tani Supply menerapkan beberapa kebijakan baru untuk melindungi keselamatan dan kesehatan karyawan, pelanggan, dan mitra. Semua produk yang akan diantar dikemas dalam kotak yang tertutup rapat, sehingga tidak ada kontak langsung antara logistik atau kurir dengan produk .

Selain itu Tani Suppy juga menyediakan opsi penerimaan barang tanpa perlu bersentuhan secara langsung dengan mitra kurir. Pelanggan hanya perlu meninggalkan pesan di aplikasi di kolom ‘info tambahan’ jika ingin menggunakan opsi tersebut.

"Dengan begitu kurir akan meninggalkan paket di pintu atau lobi pelanggan sambil memberikan notifikasi ke pelanggan, sehingga dapat meminimalisasi risiko kontak langsung," katanya. 
 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA