Selasa 14 Apr 2020 12:57 WIB

Ini Lima Negara Tujuan Utama Ekspor Perikanan Jawa Tengah

Total volume ekspor ke China meningkat 117, 7 persen secara bulanan.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Fuji Pratiwi
Nelayan menunjukkan hasil tangkapan kepiting rajungan (Portunus pelagicus) di Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan. Daging rajungan menjadi salah satu komoditas utama ekspor produk perikanan Jawa Tengah ke Amerika Serikat.
Foto: Antara/Arnas Padda
Nelayan menunjukkan hasil tangkapan kepiting rajungan (Portunus pelagicus) di Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan. Daging rajungan menjadi salah satu komoditas utama ekspor produk perikanan Jawa Tengah ke Amerika Serikat.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Di tengah pandemi Covid-19, ekspor produk perikanan Jawa Tengah tetap tumbuh positif. Amerika Serikat (AS), Jepang, Korea Selatan, China, dan Thailand menjadi lima negara tujuan utama ekspor perikanan Jawa Tengah.

Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang, Jawa Tengah, Raden Gatot Perdana, menyatakan, pada Maret 2020 ini, tujuan ekspor produk perikanan dari Jawa Tengah menjangkau 19 negara. Lima besar negara tujuan ekspor tertinggi meliputi Amerika Serikat (AS), Jepang, Korea Selatan, China, dan Thailand.

Baca Juga

AS sebagai negara tujuan ekspor peringkat pertama tertinggi pada Maret tahun ini mencatatkan ada 33 kali kegiatan ekspor dengan volume mencapai 480 ton serta total nilai ekspor mencapai Rp 131 miliar. Dibandingkan dengan volume ekspor tujuan AS pada Februari 2020, jumlah tersebut mengalami peningkat sebesar 15,5 persen. Komoditas perikanan asal Jawa Tengah yang menjadi unggulan ekspor tujuan AS adalah jenis daging rajungan dan filet ikan nila.

Sehingga nilai ekspor ke negara AS tersebut terdongkrak lebih tinggi, di antara lima besar negara tujuan ekspor produk perikanan Jawa tengah lainnya. "Kedua komoditas perikanan tersebut bernilai ekonomis tinggi," kata Gatot di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (14/4).

Komoditas sisik ikan, juga menjadi salah satu komoditas ekspor yang terdongkrak sepanjang Maret 2020. BKIPM Semarang mencatat sisik ikan diekspor sebanyak enam kali dengan total volume 88 ton.

Jika dibandingkan Februari 2020 terjadi pertumbuhan volume ekspor sebesar 49,9 persen, dari volume ekspor sebelumnya yang hanya tercatat sebanyak 59 ton. Negara tujuan ekspor sisik ikan ini adalah Jepang.

Secara umum, Gatot menambahkan, peningkatan kegiatan ekspor juga terjadi dengan negara tujuan Jepang, Korea, Thailand, dan China sepanjang Maret 2020.

China juga tercatat sebagai negara tujuan dengan kegiatan ekspor terbanyak, mencapai 77 kegiatan ekspor dengan volume mencapai 1.346 ton. Total volume ekspor ini meningkat 117, 7 persen dibandingkan periode Februari 2020 yang tercatat sebanyak 618 ton.

Sementara itu, total volume ekspor produk perikanan pada Meret 2020 adalah 5.049 ton atau meningkat 18,9 persen dibandingkan Februari 2020. Total nilai ekspor produk perikanan per Maret mencapai Rp 291 miliar atau meningkat 22,4 persen dibandingkan Februari 2020 yang sebesar Rp 237 miliar.

"Kegiatan ekspor produk perikanan ini diharapkan masih dapat memutar roda perekonomian di Jawa Tengah, maupun perekonomian nasional dalam skala yang lebih luas di tengah pandemi Covid-19," ungkap Gatot.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement