Thursday, 11 Zulqaidah 1441 / 02 July 2020

Thursday, 11 Zulqaidah 1441 / 02 July 2020

APD Hilang, Nyawa Tenaga Medis Berisiko Melayang

Kamis 16 Apr 2020 13:41 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Petugas medis beristirahat setelah selesai melaksanakan SWAB Test.

Petugas medis beristirahat setelah selesai melaksanakan SWAB Test.

Foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Sejumlah rumah sakit di daerah kekurangan APD untuk tenaga medis.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Kebutuhan alat pelindung diri (APD) meningkat. Sejumlah rumah sakit (RS) di daerah kekurangan APD untuk tenaga medis yang menangani pasien terpapar Covid-19.

Risiko penyebaran virus dan tingkat kontaminasi yang tinggi membuat APD hanya digunakan sekali pakai. Sehingga, seiring pertambahan kasus, jumlah APD yang dibutuhkan tenaga medis pun bertambah.

Namun, APD menjadi langka di pasaran. Harganya berkali-kali lipat lebih tinggi. Padahal, anggaran pengadaan APD medis, seperti dari Pemerintah Kota Cirebon sebesar Rp 1,5 miliar telah disiapkan.

APD merupakan hal vital dibutuhkan tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19. Maka, keberadaannya pun wajib dipenuhi oleh pemerintah.

Amat disayangkan para spekulan atau vendor yang memanfaatkan situasi genting saat ini dengan menjual APD medis dengan harga di luar nalar. Jiwa individualis ala kapitalisme telah menutup rasa kemanusiaan.

Akhirnya, gerakan solidaritas dan donasi pengadaan APD di tengah masyarakat jelas amat berarti bagi para tenaga medis.

PENGIRIM: Titis Afri Rahayu, Cirebon

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA