3.000 Pedagang Siap Buka Toko Online Pasar Ramadhan

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Ani Nursalikah

 Senin 13 Apr 2020 10:22 WIB

3.000 Pedagang Siap Buka Toko Online Pasar Ramadhan Foto: BERNAMA 3.000 Pedagang Siap Buka Toko Online Pasar Ramadhan

Pasar Ramadhan online di Malaysia diikuti pedagang asongan dan kecil.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR --  Lebih dari 3.000 pedagang asongan dan kecil berizin di Kuala Lumpur, Malaysia siap ikut serta dalam konsep bazaar Ramadhan baru setelah penerapan perintah pembatasan aktivitas (MCO).

Dilansir di Malay Mail, Sabtu (12/4), Ketua Federasi Asosiasi Pedagang Asongan dan kecil Malaysia, Datuk Seri Rosli Sulaiman mengatakan meskipun pasar Ramadhan tidak akan diadakan tahun ini, penjual makanan masih bisa melakukan bisnis selama bulan puasa mendatang melalui konsep Ramadhan e-Bazaar. Dia mengatakan melalui konsep itu, pedagang dapat menggunakan platform lain seperti drive-thru, pack and pick serta pengiriman e-hailing untuk memungkinkan warga Malaysia menikmati makanan Ramadhan Bazaar.

Rosli mengatakan federasi itu juga tengah mengidentifikasi perusahaan e-hailing yang bersedia bekerja sama dengan pedagang asongan dan pedagang kecil untuk mengirimkan makanan yang dijual sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. "Kami juga masih dalam proses mengembangkan sistem dengan aplikasi khusus untuk membantu pedagang asongan dan pedagang kecil menghasilkan pendapatan selama Ramadhan," kata dia kepada Bernama.

Rosli mengatakan federasi itu juga akan menjalin kerja sama dengan lebih dari 400 operator truk makanan di kota itu untuk membantu para pedagang asongan dan pedagang kecil memasarkan produk mereka. “Kami akan melihat bagaimana para penjaja dapat menempatkan makanan yang mereka jual di truk makanan di lokasi terdekat,” katanya.

Rabu lalu, Menteri Wilayah Federal Tan Sri Annuar Musa mengatakan tidak akan ada pasar Ramadhan di Wilayah Federal Kuala Lumpur, Putrajaya dan Labuan tahun ini setelah pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X