Jumat 10 Apr 2020 17:08 WIB

Polandia Perkirakan Puncak Corona Terjadi Dalam Hitungan Har

Jika warga mempertahankan disiplin, puncak infeksi akan tiba dan mulai melambat.

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Friska Yolandha
Petugas berpakaian lengkap menyemprotkan disinfektan di subway Warsawa, Polandia, Senin (6/4). Polandia menyatakan puncak infeksi akan tiba dalam beberapa hari.
Foto: AP Photo/Czarek Sokolowski
Petugas berpakaian lengkap menyemprotkan disinfektan di subway Warsawa, Polandia, Senin (6/4). Polandia menyatakan puncak infeksi akan tiba dalam beberapa hari.

REPUBLIKA.CO.ID, WARSAWA -- Pemerintah Poladia mengungkapkan bahwa mereka akan segera mendapati puncak penyebaran virus Covid-19 alias corona. Mereka mengatakan bahwa puncak kasus corona di negara tersebut diprediksi akan terlihat dalam beberapa hari.

"Tampaknya jika kami akan mempertahankan disiplin, ada kemungkinan kenaikan infeksi ini akan mencapai titik maksimum dalam beberapa hari mendatang," kata Juru Bicara pemerintah Piotr Muller seperti diwartakan Reuters, Jumat (10/4).

Baca Juga

Dia mengatakan, penyebaran wabah diprediksi secara bertahap akan mulai melambat usai infeksi puncak tersebut. Paparan itu terbilang sedikit berbeda dari apa yang disampaikan Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki beberapa waktu sebelumnya.

Dia mengatakan bahwa puncak paparan Covid-19 di negaranya diprediksi terjadi pada Mei atau Juni nanti. Sementara, kasus positif Corona di Polandia saat ini telah mencapai 5.575 kasus dimana 174 orang dilaporkan meninggal dunia.

Kasus corona pertama di Poldandia terjadi pada 4 Maret lalu. Pasien tersebut kini telah dipulangkan dari rumah sakit di bagian barat kota Zielona Góra. Pemerintah Polandia selanjutnya mengumumkan bahwa mereka masuk dalam status epidemik Corona.

Pengumuman itu dipublikasikan pemerintah setempat pada 20 Maret lalu. Pada 31 Maret otoritas Polandia memerintahkan social distancing yang lebih ketat terhadap warganya.

Mengutip data Worldometer, paparan virus Corona di dunia saat ini telah mencapai 1.607.595 kasus. Sebanyak 357.164 orang dinyatanyak sembuh sedangkan 95.785 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement