Iran Larang Sholat Jamaah dan Kumpul Massa saat Ramadhan

Rep: Rossi Handayani/ Red: Nashih Nashrullah

 Jumat 10 Apr 2020 17:08 WIB

 Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan Iran akan larang sholat jamaah selama Ramadhan. Foto: AP Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan Iran akan larang sholat jamaah selama Ramadhan.

Iran larang sholat jamaah dan temu massal saat Ramadhan untuk cegah Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan pertemuan massal, termasuk sholat berjamaah, tidak akan diperbolehkan selama Ramadhan. Hal ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk memperlambat penyebaran virus corona (covid-19).

Baca Juga

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis (9/4), ia  mengatakan, pertemuan massal akan dilarang, dan menyarankan umat Islam untuk dapat menemukan cara lain agar dapat merasakan kebersamaan selama bulan suci. 

"Dengan tidak adanya pertemuan publik pada Ramadhan, termasuk sholat, khutbah, dan sebagainya, bahwa kita tahun ini kehilangan itu, kita harus menciptakan perasaan yang sama dalam kesepian kita," kata Khamenei, dilansir dari Middle East Eye, Jumat (10/4).

Virus corona di Iran telah mencapai 67 ribu kasus. Akan tetapi awal pekan ini, anggota gugus tugas virus corona nasional Iran, Hamid Souri mengatakan, sekitar setengah juta orang kemungkinan telah terinfeksi.

Menurut penghitungan pemerintah, setidaknya terdapat 4.000 kematian terkait virus corona.

Sebelumnya Kantor Regional Mediterania Timur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, pemerintah Iran tampaknya telah memperlambat penyebaran penyakit, dan meluruskan grafik kasus yang tadinya mengalami peningkatan.

Ramadhan akan dimulai pada akhir April, kemungkinan Teheran tidak akan mudah mengakhiri penyebaran virus agar masyarakat dapat berkumpul di bulan yang suci. Untuk itu Khamenei mendesak para jamaah agar berdoa di rumah mereka selama bulan itu.

Di samping itu, ekonomi Iran mengalami kesulitan di bawah sanksi yang diterapkan oleh Amerika Serikat. Presiden Iran, Hassan Rouhani memerintahkan ekonomi negara itu perlahan mulai dibuka kembali pada Sabtu (11/4).

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X