PBNU Ajak Umat Gelar Pengajian Online di Bulan Ramadhan

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil

 Jumat 10 Apr 2020 16:26 WIB

 PBNU Ajak Umat Gelar Pengajian Online di Bulan Ramadhan. Foto: Dakwah digital (ilustrasi). Foto: Republika/Yasin Habibi PBNU Ajak Umat Gelar Pengajian Online di Bulan Ramadhan. Foto: Dakwah digital (ilustrasi).

PBNU mengimbau pengajian online di Bulan Ramadhan harus dimasifkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Umat Islam tidak lama lagi akan menyambut datangnya bulan Ramadhan 1441 H. Karena itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama  (PBNU), Marsudi Syuhud mengajak kepada seluruh umat Islam yang aktif dalam organisasi Islam untuk menyelenggarakan pengajian online pada bulan suci tersebut.

Baca Juga

“Jadi pengajian-pengajian secara online di Bulan Ramadhan harus diamasifkan di tengah situasi Covid-19,” ujar Kiai Marsudi saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (10/4).

Kiai Marsudi sendiri saat ini mulai mengamati program-program yang akan diselenggarakan ormas Islam di Bulan Ramadhan. Menurut dia, sebagian ormas Islam sudah ada yang mempersiapkan untuk menggelar pengajian berbasis telelekonferensi.

Di samping itu, menurut dia, di tengah situasi saat ini umat juga bisa menyampaikan dakwahnya melalui media online atau pun cetak. “Ada juga yang menyampaikan melalui media, di TV, dan nanti yang sifatnya private bisa melalui WA atau media sosial lainnya untuk tetap terjaga komunikasi dan silaturrahim,” ucapnya.

Dia menjelaskan, untuk menyambut bulan Ramadhan tahun ini umat Islam memang harus mempersiapkan diri sejak dini, karena situasinya berbeda dnegan tahun-tahun sebelumnya.  Menurut dia, umat Islam harus tetap menyiarkan bulan Suci Ramadhan.

“Kita masih belum bisa berkumpul-kumpul bersama, termasuk shalat tarawih seperti biasanya.Maka diharapkan sekeluarga bisa shalat tarawih, imamnya bapaknya, makmumnya anaknya dan istrinya,” katanya.

Dia tidak mengakui bahwa virus Covid-19 telah berdampak pada perekonomian masyarakat. Karena itu, dia berharap umat Islam juga saling bahu membahu untuk mencukupi kebutuhannya selama bulan Ramadhan.

“Kalau keluarganya memang tidak bisa makan, lebih baik keliling ke tetangnga  minta makan. Jangan sampai memakai kekerasan, itu kita harapkan begitu. Lebih baik ngomong terus terang, insyallah tetangga masih mau memberi makan,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Darul Uchwah Jakarta Barat ini. 

Di tengah situasi Covid-19, dia pun bersyukur umat Islam memiliki banyak lembaga amil zakat yang akan membantu masyarakat Indonesia yang terdampak secara ekonomi, seperti Lazisnu, Lazismu, Baznas, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, dan lain-lain.

“Itu alhamdlillahya, kita memunyai sekitar 42 ribu titik untuk membantu semampunya. Lazisnu juga bergerak terus. Terus ada 123 rumah sakit NU juga jalan semua. Mudah-mudahan ini bisa tertangani dan di bulan Ramadhan umat bisa beribadah seperti biasa , walaupun dari rumah masing-masing,” katanya. 

Peliputan Jamaah Tabligh Dianggap Tutupi Kelemahan India Atasi Covid-19

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X