Jumat 10 Apr 2020 18:08 WIB

6 Perusahaan Ini Paling Untung di Tengah Pandemi

Terdampak Corona, 6 Perusahaan Ini Justru Paling Untung di Tengah Pandemi

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Terdampak Corona, 6 Perusahaan Ini Justru Paling Untung di Tengah Pandemi. (FOTO: Destyan Sujarwoko)
Terdampak Corona, 6 Perusahaan Ini Justru Paling Untung di Tengah Pandemi. (FOTO: Destyan Sujarwoko)

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Pandemi virus corona yang menekan banyak aktivitas ekonomi ternyata memiliki dampak positif untuk sejumlah perusahaan. Perusahaan-perusahaan ini merupakan perusahaan vital yang sangat membantu di tengah virus corona. Hal ini pula yang memiliki demand tinggi serta memperkuat neraca perdagangan. Berikut rinciannya:

Baca Juga: Lockdown Bikin Perilaku Konsumen Berubah, Industri Pesan-Antar Makanan Kena Musibah

1. Perusahaan Alat Pelindung Diri (APD)

Perusahaan APD ini merupakan industri vital yang sangat dibutuhkan tenaga kesehatan yang bertugas melawan virus corona dengan lapasitas produksi sebesar 18,3 juta pcs per bulan.

2. Perusahaan Farmasi

Perusahaan farmasi yang menghasilkan obat chloroquine dengan kapasitas 2,9 juta tablet per bulan, vitamin C 18 juta tablet per bulan, dan suplemen bahan alam 72 juta kapsul per bulan.

3. Perusahaan Masker

Perusahaan masker saat ini memiliki kapasitas produksi sebesar 318 ribu pcs per bulan, industri sarung tangan karet dengan kapasitas 8,6 miliar pcs per bulan.

 

4. Perusahaan Makanan dan Minuman

Industri makanan dan minuman menjadi kebutuhan pokok semua orang. Karena itulah industri ini paling diharapkan dan dibutuhkan.

5. Jasa Logistik

Berkat kebijakan social dan physical distancing, masyarakat jelas lebih memilih berada di dalam rumah. Karena itulah mereka sangat bergantung dan memanfaatkan jasa logistik untuk mengirim macam-macam barang, makanan, dan lain sebagainya.

6. Jasa Telekomunikasi

Jasa telekomunikasi membuat orang-orang harus berhubung jarak jauh. Berkat itulah jasa ini sangat dibutuhkan untuk senantiasa menyambung silaturahmi hingga bekerja.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement