Jumat 10 Apr 2020 03:20 WIB

Pegunungan Himalaya Kembali Terlihat Setelah 30 Tahun

Kebijakan lockdown India hilangkan polusi buat Himalaya tampak lagi.

Rep: Ali Mansur/ Red: Indira Rezkisari
Pegunungan Himalaya dengan Everest di puncaknya.
Foto: EPA
Pegunungan Himalaya dengan Everest di puncaknya.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Ternyata kebijakan lockdown pemerintah India membawa berkah tersendiri bagi rakyatnya. Memaksa warganya untuk tetap di rumah membuat polusi di India menurun tajam. Hilangnya polusi membuat gugusan Pegunungan Himalaya kembali terlihat dari India untuk pertama kalinya setelah 30 tahun.

Pemandangan langkah ini membuat warga India dari distrik Jalandhar di Punjab, berbondong-bondong mengabadikannya. Mereka beramai-ramai memanjangnya ke sejumlah platform media sosial.

Baca Juga

"Pegunungan Himalaya dapat dilihat dari Jalandhar Karena polusi telah berkurang di Punjab. Pemandangan indah," ujar Tj Singh dalam akun Twitternya, dikutip dari Daily Mail, Kamis (9/4).

Padahal Jalandhar sendiri berjarak 125 mil atau sekitar 201 kilometer dari Himalaya. Fenomena langka ini merupakan bukti bahwa pencemaran polusi di India sangat buruk. Sementara selama lockdown akibat corona menjadikan bumi lebih bersih, langit tampak lebih hijau dan hamparan pegunungan Himalaya pun bisa dilihat dari kejauhan.

Tahun lalu New Delhi, ibu kota India menduduki peringkat teratas sebagai kota dengan polusi udara terparah menurut World Air Quality Index (AQI) Ranking. Laporan dari India Today Data Intelligence Unit memaparkan sebelum diberlakukan lockdown rata-rata kota di India memiliki AQI 115 antara 16-24 Maret.

Saat lockdown berlangsung kualitas udara mulai menunjukkan peningkatan dari hari pertama lockdown. Rata-rata AQI turun menjadi 75 dalam tiga hari pertama pemberlakuan lockdown.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement