Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Penanganan Meningitis Harus Sesuai dengan Penyebabnya

Jumat 10 Apr 2020 00:28 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Jenazah mendiang Glenn Fredly dibawa menuju mobil ambulan di rumah duka tempat di GBIB Sumber Kasih, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (9/4). Mendiang Glenn Fredly meninggal  dunia di usia 44 tahun akibat penyakit meningitis pada hari Rabu (8/4/2020) di Rumah Sakit Setia Mitra Fatmawati.

Jenazah mendiang Glenn Fredly dibawa menuju mobil ambulan di rumah duka tempat di GBIB Sumber Kasih, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (9/4). Mendiang Glenn Fredly meninggal  dunia di usia 44 tahun akibat penyakit meningitis pada hari Rabu (8/4/2020) di Rumah Sakit Setia Mitra Fatmawati.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Meningitis tidak bisa disembuhkan hanya dengan rawat jalan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meningitis merupakan penyakit yang berbahaya. Bila tidak ditangani dengan baik, penyakit yang menyerang otak ini bisa menyebabkan kematian.

Dokter Spesialis Saraf Primaya Hospital Bekasi Utara (d/h RS Awal Bros), dr Istiana Sari, Sp.S, mengatakan jika seseorang terindikasi meningitis, maka dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan analisis riwayat kesehatan. Seseorang yang terindikasi meningitis dapat didiagnosis melalui alat CT Scan atau MRI serta melakukan pengecekan darah untuk mengetahui indikasi meningitis.

Kemudian, pasien dapat dilakukan lumbal fungsi. Yaitu pengambilan cairan otak agar dapat memastikan penyebab terjadinya meningitis seperti virus, bakteri, atau jamur.

“Jika sudah ditemukan sumber penyebab meningitis, maka pasien tersebut akan diberikan pengobatan sesuai sumbernya," jelasnya kepada Republika.co.id dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/4).

Jika karena bakteri, lanjutnya, maka pasien akan diberikan antibiotik. Jika karena virus akan diberikan antivirus, dan jika karena jamur akan diberikan anti jamur. Pasien juga dapat diberikan cairan melalui infus jika ia kekurangan cairan di dalam tubuh dan pemasangan oksigen jika diperlukan.

Menurutnya, risiko kematian pasien meningitis yang sudah melakukan terapi dan pengobatan pada bayi dengan usia kurang 1 tahun adalah sebesar 20 sampai 30 persen. Untuk usia anak yang lebih besar dari 1 tahun risiko kematiannya sekitar 2 persen, dan untuk orang dewasa risiko kematiannya sekitar 19 sampai 37 persen. “Data tersebut secara umum mengacu pada data WHO,” ujarnya.

Perlu diperhatikan bahwa proses penyembuhan meningitis tidak dapat disembuhkan hanya dengan proses rawat jalan. “Perlu dilakukan pemeriksaan secara komprehensif pada penyakit meningitis sehingga sangat dianjurkan agar pasien melakukan rawat inap,” tambahnya.

Untuk menghindari penyakit meningitis, sebaiknya seseorang dapat menjaga daya tahan tubuh dengan mengikuti gaya hidup sehat seperti pola makan sehat, olahraga cukup, tidak merokok, rutin cuci tangan. Hindari berbagi barang dengan orang lain. Dokter mengatakan, karena kita tidak tahu apakah orang lain memiliki penyakit meningitis atau tidak). Serta hindari daerah yang banyak terjadi kasus meningitis tinggi.

“Untuk mencegah meningitis, bayi dapat melakukan imunisasi seperti MMR, cacar, dan PCV. Pada dasarnya, orang dewasa juga bisa melakukan vaksin meningitis, terutama untuk orang yang hendak melakukan ibadah haji,” ujarnya.



Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA