Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

BI: Rupiah Menguat, Pasar Percaya Kebijakan Soal Covid-19

Kamis 09 Apr 2020 19:19 WIB

Red: Nidia Zuraya

Petugas menghitung mata uang rupiah. ilustrasi

Petugas menghitung mata uang rupiah. ilustrasi

Foto: Republika/ Wihdan
BI yakin rupiah akan menguat mengarah Rp 15.000 per dolar AS hingga akhir tahun 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah bergerak stabil dan menguat selama beberapa hari terakhir. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan stabilnya nilai tukar rupiah selama beberapa hari terakhir karena pasar percaya terhadap kebijakan yang diambil pemerintah dan regulator dalam menangani Covid-19.

“Confident terhadap langkah kebijakan yang ditempuh pemerintah, Bank Indonesia, OJK, LPS baik penanganan masalah kesehatan maupun juga stimulus fiskal,” katanya dalam jumpa pers daring di Jakarta, Kamis (9/4).

Menurut dia, rupiah pada awal perdagangan interbank dibuka Kamis (9/4) pagi mencapai Rp 16.200 per dolar AS dan bergerak menguat hingga Rp 16.020 per dolar AS.

Perry yang saat itu langsung memantau juga memberikan perkembangan terakhir pukul 14.41 WIB, nilai tukar rupiah kembali menguat mencapai Rp 15.930 per dolar AS. Ia menyebut transaksi jual beli atau bid offer dalam perdagangan baik di broker dan interbank mencapai Rp 15.920 per dolar AS.

Dengan perkembangan nilai tukar rupiah yang bergerak stabil dan menguat itu, Perry semakin yakin rupiah akan menguat mengarah Rp 15.000 per dolar AS hingga akhir tahun 2020.

Penyebabnya, lanjut dia, nilai tukar rupiah pada level saat ini jika diukur secara fundamental dari sisi inflasi yang terkendali, defisit transaksi berjalan, dan perbedaan suku bunga dalam dan luar negeri, menunjukkan nilai tukar rupiah saat ini masih undervalue.

“Artinya kecenderungannya masih bisa menguat,” katanya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA