Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Insiden CPP Gundih Pengaruhi Layanan PGN Semarang dan Blora

Kamis 09 Apr 2020 17:57 WIB

Red: Budi Raharjo

Seorang pekerja memutar alat pengendali tekanan dan cairan, di lokasi Rig KTB 01 Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) area Gundih, Cepu, Kabupaten Blora, Jateng. (ilustrasi)

Seorang pekerja memutar alat pengendali tekanan dan cairan, di lokasi Rig KTB 01 Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) area Gundih, Cepu, Kabupaten Blora, Jateng. (ilustrasi)

Foto: Antara/R Rekotomo
PGN akan mengupayakan solusi guna mengantisipasi gangguan.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Insiden di salah satu fasilitas Central Processing Plant (CPP) Gundih, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang dioperasikan Pertamina EP Asset 4 dimungkinkan bisa berdampak pada pasokan gas untuk pelanggan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Kendati begitu, PGN akan mengupayakan solusi guna mengantisipasi gangguan suplai dampak insiden tersebut.

Sekretaris Perusahaan PT PGN, Rachmat Hutama yang dikonfirmasi megungkapkan, selama ini CPP Gundih merupakan pemasok gas untuk jaringan gas rumah tangga (Gaskita) atau jargas, yang dikelola oleh PGN untuk wilayah Semarang dan Blora.

Dengan adanya insiden tersebut, kemungkinan pasokan gas untuk pelanggan Jargas/Gaskita di kedua wilayah tersebut bakal terdampak. “Karena itu, PGN akan mengupayakan pasokan gas dari sumber lain, dengan moda dengan moda Compressed Natural Gas (CNG),” katanya, Kamis (9/4).

PGN melalui PT Gagas Energi Indonesia (GAGAS) akan melakukan langkah-langkah seperti mendatangkan pasokan CNG dari Jawa Timur. Pasokan ini untuk memenuhi kebutuhan rata-rata harian pelanggan Gaskita di Semarang sebesar 130 - 1.000 meter kubik dan pelanggan Jargas di Blora sebesar 280 - 300 meter kubik.

Termasuk juga memastikan keandalan pasokan gas di wilayah tersebut atau wilayah yang terdampak akibat insiden yang terjadi di CPP Gundih tersebut. Ia juga menyampaikan, estimasi penyaluran gas dengan moda CNG diperkirakan akan berlangsung selama dua hari, sesuai dengan masa perbaikan dan penormalan operasional yang dilakukan di CPP Gundih.

PGN juga berupaya agar dampak dapat diminimalisir sehingga penyaluran gas dapat dilakukan secara normal kembali. “Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini, serta untuk menjadi maklum adanya,” tambah Rachmat.

PGN, lanjutnya, juga berharap agar perbaikan dapat dilaksanakan sesuai dengan estimasi waktu yang telah ditentukan, sehingga pelanggan dapat kembali menikmati gas sebagai energi baik yang efisien. “Tak lupa, kami sampaikan untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Center PGN di Nomor 1500 645,” ujar tegasnya.

Ia menambahkan, sebagai pionir pemanfaatan gas bumi, PGN akan terus membangun infrastruktur dan memperluas pemanfaatan gas bumi di seluruh wilayah Indonesia. “Kami juga mengharapkan dukungan seluruh stakeholder dan masyarakat iagar PGN dengan peran sub holding gas dapat memperluas layanan energi baik gas bumi, energi ramah lingkungan, praktis, dan bebas subsidi bagi ketahanan energi nasional,” tandas Rachmat. bowo pribadi

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA