Rabu 08 Apr 2020 22:11 WIB

Bayi Ibu Positif Corona Dites Negatif

Keduanya lahir melalui operasi sesar

Red: A.Syalaby
Pada Jumat 3 April 2020 ini, foto yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Paolo Samutprakarn Seorang perawat merapikan pelindung wajah kecil untuk bayi yang baru lahir di kamar bayi Rumah Sakit Provinsi Samutprakarn, Thailand. Pelindung wajah tersebut guna dilindungi para bayi dari virus corona
Foto: Paolo Hospital Samutprakarn via AP
Pada Jumat 3 April 2020 ini, foto yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Paolo Samutprakarn Seorang perawat merapikan pelindung wajah kecil untuk bayi yang baru lahir di kamar bayi Rumah Sakit Provinsi Samutprakarn, Thailand. Pelindung wajah tersebut guna dilindungi para bayi dari virus corona

REPUBLIKA.CO.ID, LIMA --  Dua wanita hamil yang didiagnosis dengan virus Novel Corona telah melahirkan bayi di Kota Lima, Peru, pada Selasa (7/4) waktu setempat. Setelah dites, bayi tersebut terbukti negatif Corona,  menurut sebuah rumah sakit di ibu kota Lima.

Bayi pertama lahir pada 27 Maret dan yang kedua pada 31 Maret. Keduanya lahir melalui operasi sesar atas saran dokter untuk menghindari komplikasi, menurut Rumah Sakit Rebagliati di Lima."Untungnya, belum ada penularan vertikal, itu berarti tidak ada penularan dari ibu ke bayi baru lahir," kata Carlos Albretch, seorang dokter di unit keluarga rumah sakit, yang dioperasikan oleh Essalud milik negara.

Dia menambahkan, kedua ibu dalam keadaan sehat, meskipun masih menerima pengobatan untuk virus corona. Petugas medis di Kota Wuhan, Cina, tempat wabah itu berasal, menyuarakan kekhawatiran pada awal Februari tentang potensi penularan virus dari ibu kepada bayi yang belum lahir setelah setidaknya ada satu kasus bayi yang lahir dengan gejala.

Namun, sebuah penelitian terhadap sembilan wanita hamil di Cina yang dites positif terkena virus, yang diterbitkan di Lancet pada pertengahan Februari, melaporkan belum ada bukti yang dapat diandalkan yang tersedia untuk mendukung kemungkinan penularan vertikal infeksi Covid-19 dari ibu ke bayi.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa ibu baru yang dites positif terkena virus harus didorong untuk merawat dan menyusui bayi mereka seperti biasa. Asalkan mereka menjaga kebersihan yang ketat.

Albretch mengatakan para wanita akan didorong untuk tetap bersama bayi mereka."Ini adalah pandemi baru, kami tidak memiliki pengalaman," katanya.

"Cina dan Italia memiliki beberapa publikasi yang memberikan beberapa rekomendasi menyusui. Penularan melalui ASI belum ditunjukkan,"jelas dia.

Dia mengatakan untuk perempuan dengan gejala Covid-19 yang lebih parah, panduannya bisa berbeda. "Dalam hal ini bayi yang baru lahir harus dipisahkan dari ibu," kata dia.

Rumah Sakit Rebagliati menambahkan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah melakukan tes usap kedua pada bayi yang baru lahir dan sedang menunggu hasilnya.Peru sejauh ini memiliki 2.954 kasus yang dikonfirmasi terkait virus dan 107 kematian, sementara 1.301 orang dilaporkan pulih.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement