Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

GP Kanada Terancam Tertunda, Seri Pembuka F1 Tak Jelas

Rabu 08 Apr 2020 18:25 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Muhammad Akbar

Pembalap Ferrari Sebastian Vettel pada sesi kualifikasi GP Kanada.

Pembalap Ferrari Sebastian Vettel pada sesi kualifikasi GP Kanada.

Foto: EPA-EFE/VALDRIN XHEMAJ
Ditundanya seri balap Kanada menjadikan GP Prancis sebagai balapan pembuka musim 2020

REPUBLIKA.CO.ID, KANADA-- Penyelenggara Formula Satu (F1) Kanada belum dapat menentukan jadwal baru Grand Prix (GP) setelah mereka resmi menunda balapan yang digelar di sirkuit Gilles-Villeneuve, 12-14 Juni mendatang.

Ditundanya seri balap Kanada menjadikan GP Prancis sebagai balapan pembuka musim 2020, 28 Juni nanti. Namun, balapan di Eropa juga masih terancam pandemi Covid-19 yang kini berpusat di dataran Eropa.

"Untuk saat krusial seperti ini, seluruh energi akan kami gunakan untuk menangkal Covid-19. Kami akan kembali membuka sirkuit Gilles-Villeneuve secepat mungin ketika keadaan sudah aman," kata CEO F1 Kanada, Francois Dumontier seperti dilansir laman Crash.

Sejak pembatalan GP Australia sebulan lalu, F1 menerapkan kebijakan boikot seluruh aktivitas balap untuk semua tim setidaknya hingga bulan Mei. CEO F1, Chase Carey menyebut pihaknya akan tetap menggelar musim  2020 walaupun tersisa 15 hingga 18 balapan saja.

Total ada sembilan balapan yang terdampak Covid-19 sehingga tak digelar sesuai jadwal. GP Kanada menjadi balapan ke tujuh yang ditunda selain Bahrain, Vietnam, Tiongkok, Belanda, Spanyol, dan Azerbaijan. Sedangkan dua seri balap di Australia dan Monako resmi dibatalkan menyusul krisis global yang terdampak Covid-19 di berbagai sektor.

"Kami sempat berbangga terpilih menjadi seri balap pembuka. Namun kami juga merasa sedih ketika mengumumkan penundaan GP Kanada. Keputusan ini tidak diambil dengan mudah," ujar Francois.

"Kami terus bekerja dengan rekan-rekan di GP Kanada selama beberapa pekan terakhir untuk memastikan keamanan bagi seluruh fans F1 dan orang-orang terkait," ucapnya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA