Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

BMW Mulai Produksi Masker untuk Tahan Penyebaran Corona

Rabu 08 Apr 2020 16:29 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Dwi Murdaningsih

Papan digital menyerukan kepada orang-orang untuk menjaga jarak sosial di Dresden, Jerman, Senin (30/3). Pemerintah Jerman dan pihak berwenang setempat sedang meningkatkan langkah-langkah untuk membendung penyebaran coronavirus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19

Papan digital menyerukan kepada orang-orang untuk menjaga jarak sosial di Dresden, Jerman, Senin (30/3). Pemerintah Jerman dan pihak berwenang setempat sedang meningkatkan langkah-langkah untuk membendung penyebaran coronavirus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19

Foto: EPA
BMW menghentikan operasional pabrik hingga 30 April.

REPUBLIKA.CO.ID, MUNICH -- Produsen mobil raksasa asal Jerman, BMW mulai memproduksi masker untuk melindungi pegawai mereka dan masyarakat dari virus corona. Chief Executive Officer BMW Oliver Zipse mengatakan langkah ini sebagai upaya menahan penyebaran virus yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Pada Kamis (8/4) Zipse mengatakan BMW akan segera bisa memproduksi beberapa ratus ribu masker per hari. Perusahaan itu sudah mengirim 100 ribu masker ke pemerintah.

Masker tersebut berasal dari pasokan yang mereka miliki. BMW juga sudah memberikan 50 ribu masker lagi dan jutaan sarung tangan medis ke pemerintah Jerman.

Dalam dua pekan ke depan mereka akan kembali memberikan satu juta masker. Pada Senin (6/4) BMW mengatakan mereka akan memperpanjang masa penghentian operasi pabrik selama dua pekan hingga 30 April.

Berdasarkan data Center for Systems Science and Engineering (CSSE) dari Johns Hopkins University sejauh ini Jerman sudah melaporkan 107.663 kasus infeksi virus corona. Sebanyak 2.016 pasien meninggal dunia dan 36.081 pasien dinyatakan sembuh.

Jerman negara kelima dengan jumlah kasus terbanyak di seluruh dunia. Posisi mereka di belakang Prancis yang melaporkan 110.070 kasus.

Tapi jumlah kasus infeksi Jerman sudah melampaui titik awal pandemi yaitu China. Hingga kini Negeri Tirai Bambu tersebut melaporkan 82.783 kasus infeksi, 3.337 pasien meninggal dunia dan 77.537 pasien sembuh.

Baca Juga

sumber : reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA