Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Facebook Rilis Data untuk Penelitian Pencegahan Covid-19

Rabu 08 Apr 2020 15:23 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Dwi Murdaningsih

Facebook.

Facebook.

Foto: AP
Facebook memiliki 'Data for Good', yang bisa dipakai untuk pencegahan covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Platform media sosial Facebook merilis data mengenai hubungan antara lokasi dan keterhubungan sosial pada platform tersebut. Rilisan itu ditujukan kepada para peneliti yang bekerja untuk mencegah penyebaran virus corona.

Dilansir di laman Silicon Republic, Selasa (7/4), Facebook menawarkan data miliaran penggunanya kepada para peneliti di seluruh dunia yang berusaha melacak penyebaran penyakit Covid-19. Sebagai bagian dari program ‘Data for Good’ perusahaan, jejaring sosial itu menyatakan telah memiliki untuk memberikan informasi yang lebih baik mengenai apakah langkah-langkah pencegahan bekerja dan bagaimana virus dapat menyebar.

Pendiri perusahaan Facebook, Mark Zuckerberg mengatakan dalam sebuah unggahan di Facebook, data akan diluncurkan di AS pada awalnya. Akan tetapi jika hasilnya menjanjikan, akan diperluas secara global.

Data-data itu termasuk peta yang dapat mengungkap kemungkinan orang di satu area mungkin bersentuhan dengan orang lain. Data itu untuk menunjukkan di mana peluang kasus Covid-19 kasus akan muncul berikutnya.

Hal ini juga akan mencakup tren rentang pergerakan di tingkat regional. Tren itu ditujukan untuk melihat apakah orang tinggal di dekat rumah mereka atau bepergian lebih jauh.

Adanya data ini untuk melihat apakah anjuran beraktivitas di rumah, atau anjuran bagi orang-orang untuk tidak meninggalkan lebih dari dua kilometer di sekitar rumah mereka, bisa efektif untuk menurunkan penyebaran virus.

Sementara, sumber daya ketiga yang ditawarkan oleh Facebook adalah 'indeks keterhubungan sosial'. Indeks ini yang menunjukkan pertemanan Facebook lintas negara untuk membantu ahli epidemiologi meramalkan kemungkinan penyebaran penyakit, serta di mana daerah yang paling terpukul oleh Covid-19.

Berbicara tentang potensi data ini, Daniel Klein dari US Institute for Disease Modelling mengatakan Covid-19 memiliki penundaan yang melekat yang menantang kecepatan di mana mereka berupaya mengevaluasi dampak kebijakan menuju respons yang terukur.

 “Data mobilitas dari program Data for Good Facebook menyediakan tampilan waktu nyata yang dekat dari korelasi penting penularan penyakit.  Data ini, dalam kombinasi dengan sumber lain, memungkinkan kami untuk membuat model yang lebih baik untuk menginformasikan keputusan kesehatan masyarakat,” kata dia.

Mengatasi masalah privasi, Facebook mengatakan pengguna tertentu tidak akan ditandai karena melanggar aturan pergerakan yang dibuat oleh pemerintah. “Bagian penting dari program ‘Data for Good’ adalah kami telah mengembangkan kemitraan dengan para peneliti akademis yang memungkinkan kami untuk menghasilkan laporan agregat ini sekaligus melindungi privasi semua orang dan data individual,” kata Zuckerberg.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA