Rabu 08 Apr 2020 12:50 WIB

BPBD: Banjir Garut Akibat Alih Fungsi Lahan

Kawasan hulu berubah menjadi lahan pertanian

Rep: Bayu Adji P/ Red: Esthi Maharani
Anak-anak bermain di jalan yang tergenang banjir
Foto: Republika/Bayu Adji P
Anak-anak bermain di jalan yang tergenang banjir

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mencatat sekira 300 kepala keluarga terdampak banjir yang terjadi di empat kecamatan, Kabupaten Garut, pada Selasa (7/4). Empat kecamatan itu antara lain Kecamatan Cikajang, Cisurupan, Tarogong Kidul, dan Banjarwangi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan mengatakan, banjir itu disebabkan intensitas hujan yang tinggi sejak Selasa (7/4) siang. Akibatnya terjadi luapan air dari aliran sungai. Penyebab utamanya tak lain adalah alih fungsi lahan yang membuat air yang mengalir di sungai melampaui kapasitas.

"Di kawasan hulu memang terjadi alih fungsi lahan, yang seharusnya ditanami pohon tegakan malah menjadi lahan pertanian dan ditanami sayuran. Ini menyebabkan hilangnya daerah serapan air, sehingga air langsung masuk ke sungai-sungai," kata dia saat dihubungi Republika, Rabu (8/4).

Ia mengatakan, banjir di wilayah itu menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Banjir di dua wilayah itu disebabkan meluapnya Sungai Cibarengkok, hulu Sungai Cimanuk. Apalagi sungai itu telah mengalami pendangkalan. Selain itu, wilayah terdampak merupakan daerah rawan erosi. Namun, lahan itu justru ditanami dengan sayur mayur.

Menurut Tubagus, akibat banjir yang terjadi pada Selasa, sejumlah desa di empat kecamatan terendam. Ia menyebutkan, terdapat 300 KK yang terdampak banjir itu.

"Banjir semalam langsung surut, warga kembali ke rumah masing-masing," kata dia.

Ia menambahkan, pada Selasa juga terjadi bencana tanah longsor. Akibatnya, satu rumah mengalami kerusakan dan dua rumah lainnya terancam. "Warga yang menempati tiga rumah itu harus mengungsi sementara di rumah kerabat atau tetangganya," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement