Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Bolehkah Muslimah Membaca Alquran Ketika Haid atau Nifas?

Selasa 07 Apr 2020 23:59 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Ulama berbeda pendapat soal membaca Alquran ketika haid atau nifas. Ilustrasi Membaca Alquran

Ulama berbeda pendapat soal membaca Alquran ketika haid atau nifas. Ilustrasi Membaca Alquran

Foto: dok. Republika
Ulama berbeda pendapat soal membaca Alquran ketika haid atau nifas.

REPUBLIKA.CO.ID, Dalam masa haid dan nifas itu, bolehkah seorang Muslimah membaca Alquran atau ayat-ayat Alquran?

Para ulama berbeda pendapat mengenai kebolehan  Muslimah yang sedang haid atau nifas membaca Alquran. Sebagian ulama mengharamkan, sebagian lagi membolehkan.

Baca Juga

Yang mengharamkan mengambil dalil (dasar hukum) surat Al-Waqiah [56] ayat 79. ''Tidak menyentuh (Alquran), kecuali hamba-hamba yang disucikan.''

Juga hadits Nabi SAW; ''Janganlah kamu menyentuh Alquran kecuali dalam keadaan suci.'' (HR Al-Atsram).

Namun, empat Imam Mazhab (Maliki, Syafii, Hanafi, dan Hambali), berbeda pendapat mengenai kebolehan membaca Alquran. Mereka setuju, bahwa menyentuh Alquran tidak diperbolehkan, kecuali bagi orang-orang yang suci. Dengan alasan itu, maka orang yang dalam keadaan haid dan nifas tidak diperkenankan menyentuh Alquran.

Tapi, untuk membaca ayat Alquran, mereka membolehkannya, yakni membaca Alquran tanpa menyentuhnya. Misalnya, si wanita yang sedang haid atau nifas itu memiliki sejumlah hafalan ayat.

Sejumlah ulama Syafiiyah (ulama yang mengikuti mazhab Syafii), melarang wanita haid dan nifas membaca Alquran. Alasan yang dikemukakan, berdasarkan ayat Alquran surat Al-Waqiah [56]: 79 diatas. Menurut mereka, kalau menyentuhnya saja sudah dilarang, apalagi membacanya.

Sementara itu, sebagian ulama Hanafiyah berpendapat, membaca Alquran tetap diperbolehkan melalui hafalan atau cara lainnya, selama tidak menyentuh Alquran.

Sedangkan dalam masalah sholat dan puasa, seluruh ulama mazhab menyatakan tidak boleh (haram) bagi wanita yang sedang haid dan nifas untuk mengerjakan sholat dan puasa.Dasar hukumnya, hadis Nabi yang bersumber dari Fathimah binti Abi Hubaisy. ''Jika datang haid, maka janganlah engkau mengerjakan shalat.''

Dalam riwayat dari Aisyah Radiyallahu Anha; ''Kami hadis pada masa Rasulullah SAW, maka ketika itu kami diperintahkan untuk mengqadla puasa kami, tapi tidak diperintahkan untuk mengqadla sholat kami.'' (Muttafaqun 'Alaih).

Berdasarkan keterangan di atas, maka Muslimah yang sedang haid dan nifas, tidak boleh (haram) mendirikan shalat dan puasa. Namun, jika mereka haid dan nifas pada bulan Ramadhan, maka dia wajib mengqadla (mengganti, red) puasa yang telah ditinggalkan.

Larangan Bagi Muslimah Saat Haid dan Nifas

a. Sholat (baik wajib maupun sunnah).

b. Puasa (wajib maupun sunnah).

c. Menyentuh Alquran.

d. Membaca Alquran, kecuali tanpa menyentuhnya.

e. Berdiam diri dalam masjid.

f. Thawaf.

g. Berhubungan badan.

h. Thalak (cerai).

sumber : Harian Republika
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA