Rabu 08 Apr 2020 06:04 WIB

PDP Meninggal di Indramayu Bertambah Jadi Lima Orang

Jumlah PDP virus corona di Indramayu mencapai 25 orang.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Nur Aini
Pasien corona (Ilustrasi).
Foto: The Central Hospital of Wuhan via Weibo/Hando
Pasien corona (Ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kabupaten Indramayu yang meninggal dunia kembali bertambah. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) pun meningkat seiring banyaknya warga yang mudik dari luar daerah maupun luar negeri.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, hingga Senin (6/4), jumlah total PDP mencapai 25 orang. Dari jumlah itu, lima pasien meninggal dunia, 12 orang pasien masih dalam pengawasan dan delapan orang lainnya dinyatakan negatif.

Baca Juga

Untuk jumlah PDP yang meninggal dunia, menunjukkan peningkatan dibandingkan sehari sebelumnya. Berdasarkan data pada Ahad (5/4), total jumlah PDP sebanyak 25 orang. Dari jumlah itu, empat pasien meninggal dunia, 13 pasien masih dalam pengawasan dan delapan pasien negatif.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, menjelaskan, PDP kelima yang meninggal itu sebelumnya mengalami sakit dan baru pulang dari Jakarta. Petugas medis kemudian melakukan rapid test terhadap pasien tersebut.

‘’Rapid test sudah. Hasilnya negatif,’’ ujar Deden, Selasa (7/4).

Sedangkan untuk empat PDP lainnya yang meninggal dunia, Deden mengatakan, mereka sudah dilakukan pemeriksaan swab. Namun hingga kini, hasil pemeriksaannya belum keluar.

Deden menambahkan, untuk delapan orang PDP yang dinyatakan negatif, sebelumnya juga telah menjalani pemeriksaan swab. Hasilnya, mereka dinyatakan negatif Covid dan kondisinya pun sudah baik. Karena itu, mereka sudah dipulangkan ke rumah masing-masing.

Sementara itu, untuk ODP, hingga Senin (6/4) mencapai 336 orang. Dari jumlah itu, 66 orang dinyatakan selesai dan 270 orang masih dalam pemantauan.

Jumlah ODP itupun mengalami peningkatan dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Ahad (5/4), jumlah total ODP mencapai 304 orang. Dari jumlah tersebut, 64 orang dinyatakan selesai dan 240 orang lainnya masih dipantau.

Deden menjelaskan, meningkatnya jumlah ODP di Kabupaten Indramayu dikarenakan banyak warga Indramayu yang mudik dari daerah lain. Selain itu, banyak pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang dari luar negeri.

‘’Kita terus mengimbau para camat, kuwu hingga tingkat RT untuk mengawasi warganya yang baru datang dari luar kota maupun luar negeri,’’ kata Deden.

Deden juga mengajak masyarakat untuk terus melakukan social distancing dan physical distancing. Masyarakat diminta untuk tetap tinggal di rumah, jika tidak ada kepentingan yang mendesak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement