Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Kabareskrim Minta Dinkes Dampingi Produksi Masker UMKM 

Selasa 07 Apr 2020 16:31 WIB

Red: Ratna Puspita

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo (tengah)

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo (tengah)

Foto: Antara/Reno Esnir
Pendampingan dari dinkes agar produk yang dihasilkan sesuai dengan standar kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo meminta agar petugas Dinas Kesehatan mendampingi sejumlah UMKM yang saat ini memproduksi masker. Dengan demikian, produk yang dihasilkan sesuai dengan standar kesehatan.

"Kami juga dorong supaya UMKM-UMKM yang memproduksi (masker) bisa melaksanakan (produksi) dengan baik. Harus ada pendampingan dari Dinkes setempat sehingga produknya sesuai dengan syarat kesehatan," kata Komjen Sigit, saat dihubungi, di Jakarta, Selasa (7/4).

Baca Juga

Pihaknya menyambut baik UMKM yang mulai membuat produk masker. Tingginya permintaan masyarakat terhadap masker diharapkan bisa dipenuhi oleh produk masker yang diproduksi oleh UMKM-UMKM.

Sebelumnya, Bareskrim Polri dan jajaran Polda hingga 2 April 2020 tercatat telah menetapkan status tersangka terhadap 33 pelaku penimbunan masker dan hand sanitizer. Para tersangka tersebut tidak hanya penimbun masker dan hand sanitizer saja, tapi ada juga para pedagang yang memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga jual berkali lipat.

Mantan Kadivpropam Polri ini menegaskan pihaknya terus mengawasi penjualan masker untuk mencegah adanya oknum yang memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan terkait tingginya permintaan terhadap masker di masa wabah COVID-19 ini. "Beberapa waktu lalu (dilakukan) penindakan terhadap orang-orang yang menimbun. Terus kami kawal, supaya jangan ada lagi penimbunan," kata Sigit.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA