Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Inggris Rilis Pedoman Bagi Pengidap Asma Saat Pandemi Corona

Selasa 07 Apr 2020 13:21 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Pengidap asma. Inggris merilis pedoman perawatan bagi pengidap asma di tengah pandemi corona.

Pengidap asma. Inggris merilis pedoman perawatan bagi pengidap asma di tengah pandemi corona.

Foto: Boldsky
Inggris merilis pedoman perawatan bagi pengidap asma di tengah pandemi corona.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) merilis pedoman resmi pertama tentang apa yang harus dilakukan pengidap asma selama pandemi Covid-19. Pengidap asma diminta tetap menjalani pengobatan sesuai resep dokter.

NHS mengeluarkan pedoman setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan informasi terbaru. Menurut WHO, pengidap asma, diabetes dan penyakit jantung, berpotensi membuat seseorang lebih rentan sakit parah akibat Covid-19.

Pedoman disusun oleh Institut Nasional untuk Kesehatan dan Perawatan Unggulan (Nice) di bawah naungan NHS. Salah satu isinya menganjurkan pengidap asma memakai inhaler pencegah sesuai petunjuk dokter serta selalu membawa inhaler pereda.

Nice menyarankan pembersihan secara berkala terhadap inhaler dan masker wajah yang digunakan. Pengidap asma tidak boleh berbagi inhalernya dan perangkat apapun dengan orang lain. Pengidap asma sebisa mungkin hanya boleh menghadiri kegiatan yang sangat penting.

Organisasi amal Asthma UK merekomendasikan para pengidap asma konsisten mengikuti panduan NHS tersebut. Setiap infeksi pernapasan dapat menyebabkan masalah bagi pengidap asma dan sejauh ini bukti yang sama dikaitkan dengan corona.

Asthma UK juga telah mengeluarkan panduan untuk pengidap asma. Beberapa di antaranya termasuk menjaga kontak dengan orang lain seminimal mungkin, seperti menghindari interaksi fisik, termasuk berjabat tangan atau berpelukan untuk sementara waktu.

Sebisa mungkin, pengidap asma diminta bekerja dari rumah, tidak melakukan perjalanan yang tidak perlu, dan juga menghindari naik moda transportasi umum. Mengisolasi diri diperlukan jika ada gejala corona atau hidup bersama kelompok berisiko tinggi.

Kepala Saran Kesehatan di Asthma UK, Jessica Kirby, mengatakan bahwa sangat penting memastikan asma dikelola sebaik mungkin. Dia mengingatkan orang di sekeliling pengidap asma juga perlu mengetahui apa yang harus dilakukan saat pasien sedang kumat.

"Jika gejala asma memburuk, padahal pasien tidak melakukan perjalanan ke daerah yang berisiko atau melakukan kontak dengan seseorang yang positif, segera hubungi dokter," kata Kirby, dikutip dari laman The Sun, Selasa (7/4).

Kisah pengidap asma terkena Covid-19

Aktor Hollywood Idris Elba termasuk pengidap asma yang pernah terjangkit Covid-19. Idris mengaku sempat khawatir dengan kondisinya saat terinfeksi virus corona tipe baru.

"Saya memiliki masalah pernapasan, saya menderita asma sepanjang hidup saya. Jadi saya termasuk dalam kategori tinggi yang paling berisiko. Saya cemas asma yang saya derita bisa membuat segalanya menjadi sangat rumit,” kata Elba, dilansir Fox News, Kamis (19/3).

Aktor berusia 47 tahun itu ternyata tidak merasakan gejala apa pun, selain hidung yang sedikit tersumbat. Ia juga mengaku, hingga kini penyakit asmanya tidak kambuh.

"Asma saya baik-baik saja. Saya tidak merasakan hambatan apa pun dalam pernapasan saya atau di paru-paru saya,” jelas Elba.

Sementara itu, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dikabarkan dalam kondisi kesehatan yang semakin baik sejak dikonfirmasikan positif Covid-19 pada Sabtu (14/3). Saat ini, ia masih menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto.

Membaiknya kondisi Budi diperkuat dengan unggahan video Hanif Dhakiri di akun Instagram miliknya. Videonya yang diunggah pada Selasa (31/3) itu, terlihat Budi yang sudah bisa diajak berbincang.

Baca Juga

 
 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA