Saturday, 18 Zulhijjah 1441 / 08 August 2020

Saturday, 18 Zulhijjah 1441 / 08 August 2020

Pink Ketakutan Lihat Kondisi Anaknya Saat Kena Covid-19

Selasa 07 Apr 2020 11:51 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Penyanyi Pink dan anaknya telah sembuh dari Covid-19. Pink menyebut, pengalaman menghadapi Covid-19 ibarat menaiki roller coaster yang mengerikan.

Penyanyi Pink dan anaknya telah sembuh dari Covid-19. Pink menyebut, pengalaman menghadapi Covid-19 ibarat menaiki roller coaster yang mengerikan.

Foto: AP
Penyanyi Pink menyebut kondisi anaknya saat kena Covid-19 amat menakutkan.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Penyanyi Amerika Serikat Pink membagikan cerita saat dia mengadapi virus Covid-19. Pemilik nama lengkap Alecia Beth Moore itu dinyatakan positif corona bersama putranya yang masih berusia tiga tahun, Jameson, dua pekan silam.

Lewat unggahan di Instagram, Pink mengatakan, setelah itu keluarganya mengikuti instruksi perawatan dari dokter, melakukan karantina mandiri di rumah. Dia bersama Jameson kembali melakukan tes beberapa hari lalu, dan bersyukur hasilnya negatif.

Pada wawancara via IGTV bersama Jen Pastiloff, Ahad (5/4), Pink mengatakan, kini kondisi keluarganya sudah jauh lebih baik. Bagaimanapun, pelantun lagu "Just Give Me A Reason" itu menganggap pengalaman menghadapi infeksi virus corona amat mengerikan.

"Dia (Jameson) sangat, sangat sakit. Itu semua sangat, sangat menakutkan. Kondisinya naik turun, dan saya memakai kembali nebulizer untuk pertama kalinya dalam 30 tahun. Benar-benar menakutkan," kata Pink yang memiliki riwayat penyakit asma.

Perempuan 40 tahun itu berharap bisa segera keluar dari situasi tersebut, tapi segalanya seperti roller coaster. Ketika dia merasa segalanya sudah membaik, ada saja hal lain terjadi. Pink mengingatkan pendengar untuk lebih waspada.

Situasi yang dialami keluarga Pink menjadi bukti bahwa virus corona bisa menyerang siapa saja. Ada satu titik ketika Pink marah karena berbagai informasi menyebutkan corona lebih berisiko pada pasien yang berusia lebih tua.

Pink berpikir anak-anak akan baik-baik saja. Ternyata, hal tersebut sama sekali bukan jaminan. Tidak ada yang benar-benar aman dari serangan virus. Bukan hanya menyerang fisik, virus itu juga dia sebut melemahkan secara emosional.

"Ada banyak malam yang saya lewati dengan menangis. Saya tidak pernah berdoa sebanyak ini sepanjang hidup," ucapnya. Pink mengatakan pada akhirnya, dia sangat lega seluruh keluarganya bisa tetap bersama.

Di tengah situasi sulit yang dia hadapi, Pink mendonasikan satu juta dolar AS untuk penanggulangan corona. Sebanyak 500 ribu dolar AS telah disalurkan kepada Dana Darurat Covid-19 yang dikelola Wali Kota Los Angeles.

Setengah donasi diberikan ke Dana Darurat Rumah Sakit Universitas Temple di Philadelphia. Selain membantu petugas medis, sumbangan ke Temple menghormati ibu Pink, Judy Moore, yang bekerja di sana selama 18 tahun, dikutip dari laman USA Today.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA