Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Rumah Sakit Libya Dihantam Proyektil Saat Hadapi Corona

Selasa 07 Apr 2020 08:27 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Kerusakan akibat serangan di Libya, ilustrasi

Kerusakan akibat serangan di Libya, ilustrasi

Foto: EPA-EFE/STRINGER
Pihak yang bertikai di Libya tak melakukan gencatan senjata di tengah pandemi corona

REPUBLIKA.CO.ID, TUNIS -- Proyektil menghantam sebuah rumah sakit di Tripoli pada Senin (6/4). Serangan itu mengenai lahan parkir yang ada di depan bangunan tempat orang-orang sedang berjuang melawan virus corona.

Baca Juga

Laporan penduduk Tripoli menyatakan, terdengar suara ledakan keras dan muncul asap hitam membumbung dari daerah sekitar rumah sakit. kondisi itu terjadi ketika pihak-pihak yang bertikai di Libya tidak melakukan gencatan senjata di tengah menyebarnya virus korona.

Dewan lokal distrik Abu Salim mengatakan, rumah sakit itu menjadi sasaran roket yang ditembakkan oleh Libyan National Army (LNA) Khalifa Haftar yang berpusat di timur. Kelompok oposisi ini telah berusaha untuk menguasai wilayah Tripoli yang dipegang oleh Government of National Accord (GNA).

Dalam sebuah unggahan foto-foto Dewan lokal distrik Abu Salim  memperlihatkan mobil yang rusak di halaman rumah sakit  dan dikabarkan terdapat lima orang terluka dalam serangan itu. Kelompok bantuan lokal mengatakan, enam pasien di rumah sakit telah dievakuasi.

Infrastruktur kesehatan Libya telah sangat berkurang karena kekacauan dan konflik bertahun-tahun sejak pemberontakan 2011 terhadap Muammar Gaddafi. Lembaga-lembaga bantuan telah memperingatkan bahwa negara itu kurang siap untuk menahan penyebaran wabah virus corona dengan kondisi saat ini.

Sebelum serangan yang mengenai rumah sakit, GNA melakukan serangan terhadap pesawat militer milik LNA pada Ahad (5/4). Serangan itu diklaim untuk menjatuhkan pasokan senjata kelompok oposisi, sedangkan LNA mengklaim, pesawat itu membawa kebutuhan medis untuk mengatasi virus corona.

Pertarungan dua kelompok itu meningkat selama dua pekan terakhir ketika Libya mengonfirmasi 18 kasus positif dengan belum ada korban jiwa. Padahal, PBB telah meminta untuk semua pihak yang berselisih melakukan gencatan senjata. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA