Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Corona

Montenegro, Madrid, Kanada: Corona dan Menunggu Kabar Anak

Selasa 07 Apr 2020 07:47 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Situasi sepi karena Lockdown di Montenegro.

Situasi sepi karena Lockdown di Montenegro.

Foto: z.de/lippe/lemgo
Kisah Menunggu Anak Yang kini tinggal di luar negeri

REPUBLIKA.CO.ID, -- Suradi, Wartawan Senior

Pandemi Corona telah menjangkiti 207 negara, tak kecuali negara adidaya maupun negara kecil seperti Montenegro di Eropa Selatan. Montenegro adalah negara merdeka  yang meisahkan diri dari Serbia melalui referendum tahun 2006. 

Kota kecil Tivat di Montenengro yang dikenal sebagai kota turis yang indah, merupakan tempat si bungsu , Mohammad Rizky menuntut ilmu di sekolah internasional  Knightsbridge School International (KSI). Kota di tepi laut dan dikelilingi gunung hitam itu bahkan sudah menerapkan Lockdown sebelum ada warganya yang positif Corona, tiga pekan lalu.

Rizky memberi kabar, sampai saat ini, baru satu warga yang dinyatakan positif  terinfeksi Corona, dan lockdown pun makin diperketat.  Rizky dan sejumlah temannya serta berapa guru harus berdiam di asrama yang menyatu dengan sekolah itu.

Sudah lebih tiga minggu Rizky harus isolasi mandiri di asrama sekolahnya dan mungkin akan bertambah sesuai situasi. Belajar tetap berjalan dan dilakukan dengan sistem online. “Banyak tugas yang harus dikerjakan, sama seperti belajar biasa, bedanya sekarang dengan sistem online,” kata Rizky. Sebagai orang tua tentu aku bahagia, tapi pada saat yang sama juga cemas karena dia berada sangat jauh dari rumah, tinggal mandiri di negeri asing. Dia masih sangat muda, masih di awak masa remaja.