Tuesday, 3 Syawwal 1441 / 26 May 2020

Tuesday, 3 Syawwal 1441 / 26 May 2020

Yurianto: Konfirmasi Positif Covid-19 Bukan dari Rapid Test

Senin 06 Apr 2020 23:07 WIB

Red: Bayu Hermawan

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto

Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto
Jubir pemerintah menegaskan konfirmasi kasus positif Covid-19 bukan dari rapid test.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, konfirmasi kasus positif COVID-19 adalah yang berbasis tes polymerase chain reaction (PCR) bukan tes cepat (rapid test).

Baca Juga

"Konfirmasi positif Covid-19 dari pemeriksaan menggunakan metode PCR, bukan pemeriksaan rapid test," ucap Yuri dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB di Jakarta, Senin (6/4).

Ia menambahkan bahwa gambaran yang riil mengenai Covid-19 adalah dari data yang dicatat pemerintah pada hari ini. "Data tersebut menunjukkan masih terjadinya penularan di luar. Masih ada kasus positif tanpa gejala yang berada di tengah-tengah masyarakat," kata Yuri.

Oleh karena itu, pemerintah harus kembali lagi menempatkan masyarakat sebagai ujung tombak suksesnya pencegahan Covid-19. Pemerintah, kata Yuri, mengingatkan masyarakat agar tetap melakukan langkah-langkah penting yang mendasar yaitu menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.

"Ini adalah hal-hal yang penting dan mendasar. Ingatkan semuanya, saling mengingatkan, ini menjadi kunci keberhasilan kita. Oleh karena itu mari kita tetap berkomitmen melaksanakan tugas-tugas kita," jelasnya.

Yuri mengingatkan jika sampai saat ini masih ada masyarakat yang rentan tertular karena tidak menggunakan masker dan tidak mencuci tangan. Oleh karena itu, pemerintah mengajak masyarakat agar patuh dan disiplin melaksanakan tugas-tugas pencegahan.

"Mari patuhi dan disiplin mencuci tangan pakai sabun dan air yang mengalir, patuhi dan disiplin memakai masker, patuhi dan disiplin menjaga jarak. Patuhi dan disiplin untuk tetap tinggal di rumah. Patuhi untuk tidak bepergian, termasuk pulang kampung. Apabila kita disiplin, kita kerjakan bersama-sama dengan saling mengingatkan, maka kita yakin penularan (COVID-19) ini akan bisa kita hentikan," ujarnya.

Sementara itu, perkembangan kasus positif COVID-19 yang diterima pemerintah hingga 6 April 2020 pukul 12.00 WIB, telah terjadi penambahan kasus baru sebanyak 218 kasus, sehingga total kasus positif menjadi 2.491 kasus.

Kemudian ada penambahan kesembuhan pasien COVID-19 sebanyak 28 orang sehingga total kesembuhan menjadi 192 orang. Kemudian, ada penambahan kasus yang meninggal sebanyak 11 orang sehingga total menjadi 209 orang.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA