Senin 06 Apr 2020 20:39 WIB

Dodi: Masker kain Muba Dibagikan Gratis untuk Warga

Gerakan Masker Muba sebagai sumbangsih untuk mencegah penyebaran corona.

Rep: Maman Sudiaman/ Red: Agus Yulianto
Dodi Reza langsung membagikan masker kepada warga di depan rumah dinas Bupati Muba. Ikut membagikan masker Ketua TP PKK Muba Thia Yufada didampingi Plt Kadis Dagprin, Azizah,Kadinkes dr Azmi dan Kadin Kominfo Muba, Herryandi Sinulingga.
Foto: Istimewa
Dodi Reza langsung membagikan masker kepada warga di depan rumah dinas Bupati Muba. Ikut membagikan masker Ketua TP PKK Muba Thia Yufada didampingi Plt Kadis Dagprin, Azizah,Kadinkes dr Azmi dan Kadin Kominfo Muba, Herryandi Sinulingga.

REPUBLIKA.CO.ID, SEKAYU - - Bupati Musi Banyuasin, Dr.H. Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan, memakai masker saat ke luar rumah adalah sumbangsih terkecil  kita untuk mencegah penularan virus corona. Dirinya mewajibkan semua orang yang ke luar rumah agar memakai masker.

Sedangkan untuk wilayah perkantoran Pemkab Muba, sejak Senin (6/4) ditetapkan sebagai wilayah wajib masker. Untuk menguatkan seruan ini, pada Senin sore, Dodi Reza langsung membagikan masker kepada warga di depan rumah dinas Bupati Muba. Ikut membagikan masker Ketua TP PKK Muba Thia Yufada didampingi Plt Kadis Dagprin, Azizah,Kadinkes dr Azmi dan Kadin Kominfo Muba, Herryandi Sinulingga.

"Secara nasional memang sudah diserukan adanya masker for all. Di Bumi Serasan Sekate kita sebut Gerakan Masker Muba," katanya.

Tidak hanya melindungi  sesama warga dengan mewajibkan semua warga Muba memakai masker saat keluar rumah. Namun  juga untuk membantu ekonomi masyarakat. Sudah 20 an penjahit Muba yang dilibatkan pembuatan 10 ribu masker yang akan dibagikan secara gratis.

"Target saya, 1 juta masker untuk semua warga Muba," kata Dodi di sela pembagian masker gratis kepada pengguna jalan di depan rumah dinas Bupati, Senin, (6/4) .

Pembuatan masker untuk Masker Muba dieksekusi oleh Dagprin Muba bekerja sama dengan PKK Muba. Thia Yufada, Ketua TP PKK Muba akan memperluas wilayah produksi dan penyebaran masker. 

"Kami saat ini target 1.000 masker sehari. Namun karena kita tak pernah tahu kondisi  terkait wabah virus Corona, maka kami akan tingkatkan produksinya melalui kerjasama dengan BUMDes yang ada di Muba," ujarnya.

Termasuk para penjahit juga akan melibatkan mereka yang ada di 15  kecamatan di Muba. Kata Thia, pihaknya harus cepat  mengingat masker kain kini juga mulai diproduksi secara mandiri oleh sejumlah tempat yang memicu langkanya bahan kain. 

Sebelumnya Dodi dan Thia sudah membagikan masker gratis kepada sejumlah warga mulai pelaku usaha, warga kurang mampu dan tenaga medis. 

"Kita sengaja bagikan masker kain karena masker bedah memang diperuntukkan bagi tenaga medis. Selain tentu saja kini harganya tak terjangkau masyarakat. Dan ini sumbangsih terkecil kita untuk corona," jelas dia. 

Namun, Gerakan Masker Muba entah hanya sumbangsih terkecil  Muba buat corona, yang jelas Muba telah bertindak sesuai keputusan Pemerintah Pusat khususnya Gugus Pencegahan Covid19. Seperti disebutkan juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, bahwa pemerintah menjalankan program 'masker untuk semua' per 5 April 2020 sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dan Muba lewat #Masker Muba telah memproduksi sendiri dengan melibatkan penjahit lokal dan membagikanya secara gratis kepada warga.

"Semua warga kita harapkan dan diharuskan  menggunakan masker kain. Masker bedah/ medis dan masker N95 hanya untuk petugas kesehatan. Gunakan masker kain, Ini menjadi penting karena kita tidak pernah tahu orang tanpa gejala didapatkan di luar," tegasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement