Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Memainkan Bale, Zidane tak Punya Pilihan Lain

Senin 06 Apr 2020 15:48 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Gareth Bale (kanan) dan pelatih Real Madrid Zinedine Zidane (kiri).

Gareth Bale (kanan) dan pelatih Real Madrid Zinedine Zidane (kiri).

Foto: EPA-EFE/Chema Moya
Sikap Bale membuat Zidane harus memutar otak agar timnya tak terganggu.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Gareth Bale adalah pemain yang tak masuk rencana Zinedine Zidane dalam periode kedua kepelatihannya bersama Real Madrid. Bale masuk catatan Zidane dalam daftar pemain-pemain yang akan dijual.

Tetapi mau tidak mau, seperti dilansir dari Marca, Senin (6/4), pada akhirnya Zidane harus mengesempingkan rencananya itu. Bale gagal hengkang.

Pelatih asal Prancis itu kemudian tak punya pilihan lain untuk tidak memainkan Bale karena negosiasi dengan klub China, Jiangsu Suning, pada bursa transfer musim panas tahun lalu gagal.

Pada Juli tahun lalu, Zidane mengatakan terang-terangan tak menginginkan Bale. Namun saat Bale belum hengkang, Zidane masih memberikan kesempatan bermain pada pertandingan pembuka musim ini. Bale sempat mencetak gol di awal-awal musim, seperti saat melawan Villarreal.

Setelah itu, kontribusi Bale dalam mempersembahkan gol berhenti. Pemain dengan penghasilan tertinggi di Madrid itu berhenti mencetak gol di La Liga Spanyol sejak 1 September tahun lalu. Performanya dalam dua tahun berturut-turut juga tak memenuhi harapan klub.

Selain cedera yang sering dialaminya musim ini, konflik yang tak kunjung reda membuat suasana ruang ganti Madrid buram. Bale beberapa kali tak ikut dalam skuat Madrid seperti pada Supercopa de Espana. Ia bahkan lebih memilih bermain golf dibandingkan bersama tim.

Bale pun terang-terangan mengatakan ketidaksenangannya bersama Madrid ketika konfliknya bersama Zidane masih pada fase puncak. Pemain asal Wales itu tak menunjukkan solidaritas dengan rekan-rekannya. Ia selalu meninggalkan stadion lebih awal ketika berada di skuat pada hari pertandingan.

Sikap Bale tersebut membuat Zidane harus memutar otak agar timnya tak terganggu dengan konflik tersebut. Zidane dipaksa memanfaatkan kekuatan yang ada agar timnya meraih kemenangan pada setiap pertandingan.

Bale sejatinya bagian dari pemain andalan Zidane pada periode awal kepelatihannya. Bersama Bale, Cristiano Ronaldo, dan Karim Benzema di lini depan, Zidane meraih kesuksesan yang luar biasa dengan meraih tiga gelar Liga Champions berturut-turut. Tapi skuat yang pernah dimiliki Zidane pada periode tersebut sudah hilang karena Ronaldo hengkang ke Juventus.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA