Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Gowa Perpanjang Masa Belajar dan Bekerja di Rumah

Senin 06 Apr 2020 13:47 WIB

Red: Ani Nursalikah

Gowa Perpanjang Masa Belajar dan Bekerja di Rumah. Seorang warga disemprotkan cairan disinfektan saat akan memasuki pemukiman warga di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Gowa Perpanjang Masa Belajar dan Bekerja di Rumah. Seorang warga disemprotkan cairan disinfektan saat akan memasuki pemukiman warga di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Foto: ANTARA/abriawan abhe
Warga Gowa belajar dan bekerja di rumah hingga 21 April.

REPUBLIKA.CO.ID, GOWA -- Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan memperpanjang 14 hari masa belajar, bekerja, dan beribadah di rumah hingga 21 April 2020 dalam upaya meminimalkan risiko penularan virus corona penyebab Covid-19.

"Untuk proses aktivitas baik itu bekerja, belajar, atau beribadah akan kita perpanjang hingga 21 April. Perkembangan lebih lanjut kita pantau hingga mendekati tanggal tersebut," kata Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dalam telekonferensi video dengan jajaran pejabat pemerintah, Senin (6/4).

Baca Juga

Pemerintah Kabupaten Gowa semula menerapkan kebijakan mengenai kegiatan belajar dan bekerja di rumah untuk meminimalkan risiko penularan Covid-19 mulai dari 17 hingga 31 Maret 2020. Pemkab kemudian memperpanjang penerapan kebijakan itu hingga 7 April dan memperpanjangnya lagi hingga 21 April berdasarkan perkembangan penularan Covid-19.

Di wilayah Kabupaten Gowa ada 13 warga yang dikonfirmasi positif terserang Covid-19 serta 189 orang dalam pemantauan dan 54 pasien dalam pengawasan. "Kebijakan ini kita ambil dengan melihat kondisi terkini yang mana aktivitas di luar rumah belum memungkinkan untuk kita lakukan. Makanya hingga 14 hari ke depan aktivitas baik belajar, bekerja, maupun beribadah masih harus kita lakukan di rumah," kata Adnan.

Ia menambahkan, perpanjangan masa bekerja di rumah juga berlaku pada seluruh aparatur sipil negara dengan rujukan Surat Edaran dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. "Kita masih akan melihat bagaimana perkembangan ke depannya. Intinya mari kita bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus ini sesuai dengan aturan protokol kesehatan," katanya.

Ia meminta dinas terkait mengawasi pelaksanaan kegiatan belajar dan bekerja di rumah. "Saya meminta Dinas Pendidikan untuk segera menindaklanjuti ke jajaran sekolah agar pihak sekolah meningkatkan edukasi muridnya agar tidak keluar rumah. Begitupun dengan Satpol PP untuk menegur jika menemukan anak sekolah berada di tempat umum atau di luar rumah tanpa keperluan yang sifatnya darurat dan mendesak," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA