Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Eropa Melihat Harapan dari Penurunan Kasus Covid-19

Senin 06 Apr 2020 11:51 WIB

Red: Indira Rezkisari

 Petugas pengantar makanan melewati spanduk bertuliskan Stronger Together, kita semua akan melewatnya di Milan, Italia, Ahad (5/4). Italia dan beberapa negara Eropa mulai mencatat penurunan kasus Covid-19.

Petugas pengantar makanan melewati spanduk bertuliskan Stronger Together, kita semua akan melewatnya di Milan, Italia, Ahad (5/4). Italia dan beberapa negara Eropa mulai mencatat penurunan kasus Covid-19.

Foto: Claudio Furlan/LaPresse via AP
Beberapa hari terakhir kasus Corona di beberapa negara Eropa menurun.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Rahma Sulistya, Fergi Nadira, Indira Rezkisari

Penurunan kasus virus corona jenis baru di Italia membawa harapan bagi Eropa. Terutama setelah angka korban meninggal di Spanyol juga menurun selama tiga hari terakhir.

Optimisme Eropa namun masih dibayangi angka kematian di Inggris yang naik. Berdasarkan data Ahad (5/4), terdapat 525 kematian. Jumlah ini terendah di negara Mediterania itu.

Laporan kasus terendah lainnya dicatat pada 19 Maret 2020 lalu, yakni 427 kematian. Kemudian pada Sabtu (4/4) lalu, juga termasuk turun hingga 23 persen yakni 681 kematian.

Total angka kematian di Italia mencapai 15.887. Sebanyak 129 ribu terkonfirmasi positif di Italia.

Italia sudah menjalani karantina wilayah atau lockdown sebulan lamanya. Angka kematian yang menurun dari hari ke hari membawa harapan ke negara.

Jumlah pasien yang menghuni ICU akibat Covid-19 juga menurun. Termasuk di Lombardy utara, kawasan yang paling terdampak corona di Italia.

Pada Ahad (5/4), jumlah kasus baru di Italia bertambah 4.316. Di saat awal wabah corona merebak, kasus baru bertambah di angka 6.000.

Baca Juga



"Kurva mulai menurun dan jumlah kematian sudah mulai berkurang. Jika data ini dikonfirmasi (dalam beberapa hari mendatang), kita harus mulai berpikir tentang fase kedua," kata Direktur Lembaga Kesehatan Nasional ISS Italia, Silvio Brusaferro.

Fase kedua pertempuran Italia melawan virus yang kini secara resmi dilaporkan telah memakan 15.887 korban meninggal, mungkin bagi pemerintah dirasa akan lebih sulit. Perdana Menteri Giuseppe Conte harus memutuskan untuk mengatasi krisis terbesar Italia sepanjang beberapa generasi ini, dengan mengorbankan ekonomi demi kesehatan masyarakat.

Negara berpenduduk 60 juta itu menjadi negara pertama yang secara sukarela menutup hampir semua bisnis dan melarang pertemuan publik (termasuk jalan-jalan sederhana di taman) pada 12 Maret 2020 lalu. Namun, taruhan besar itu tampaknya terbayar.
Angelo Borrelli, kepala Pertahanan Sipil Italia, namun mengingatkan untuk tidak bersenang diri dari penurunan kasus. "Kabar baik ini jangan sampai membuat kita menurunkan kewaspadaan," katanya, dikutip dari AP.

Ratu Elizabeth II juga sudah meminta kepada warga Inggris mempraktikkan disiplin diri di tengah pandemi corona. Ratu Inggris mengatakan kepada rakyatnya bahwa ini adalah momen terus meningkat tantangannya.

Sebanyak 708 kematian baru tercatat pada Sabtu di Inggris. Pada Ahad atau kemarin, kematian di Inggris menurun jadi 621 kasus. Secara keseluruhan Inggris sudah memiliki 4.934 kasus kematian akibat Covid-19 dari 47.806 kasus positif.

Spanyol juga melaporkan penurunan kasus Covid-19. Pada Ahad terdapat 6.023 kasus baru, totalnya Spanyol memiliki 130.759 kasus positif. Kasus baru tersebut turun signifikan dari hari sebelumnya yakni 7.026 kasus yang dilaporkan pada Sabtu.



Kasus kematian akibat Covid-19 juga turun selama tiga hari berturut-turut di Spanyol. Angka kematian turun menjadi 674, pertamanya kalinya angka kematian di Spanyol turun sejak sebelumnya ada di angka 800 kematian per hari.

"Kita mulai melihat cahaya di ujung cahaya," ujar PM Spanyol, Pedro Sanchez.

Kepala WHO yang mewakili Eropa, Hans Kluge mengatakan, kematian akibat Covid-19 di Eropa didominasi oleh warga lanjut usia (lansia) di atas usia 60 tahun. Sebanyak 95 persen lansia meninggal dunia karena virus corona yang menyerang saluran pernapasan dan diperparah oleh penyakit lain yang sudah ada di tubuh pasiennya.

Kluge mengatakan orang usia muda memang tidak terkalahkan. Namun, dia menggemakan komentar serupa dari Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Badan kesehatan PBB mengatakan 10 persen hingga 15 persen orang di bawah 50 tahun dengan penyakit ini memiliki infeksi sedang atau parah.

"Kasus-kasus penyakit berat juga telah terlihat pada orang-orang di usia remaja atau 20-an dengan banyak yang membutuhkan perawatan intensif dan beberapa sayangnya meninggal," kata Kluge.

Dia mencatat statistik terakhir yang menunjukkan lebih dari 30 ribu orang telah dilaporkan meninggal di Eropa, sebagian besar di Italia, Prancis dan Spanyol. "Kita tahu bahwa lebih dari 95 persen kematian ini terjadi pada mereka yang berusia lebih dari 60 tahun, dan lebih dari setengahnya berusia di atas 80 tahun," katanya.

Kluge mengatakan empat dari lima orang memiliki setidaknya satu kondisi kronis lain yang mendasarinya, seperti penyakit kardiovaskular, hipertensi atau diabetes. "Pada catatan positif, ada laporan orang di atas usia 100 yang dirawat di rumah sakit untuk Covid-19 dan sekarang dalam pemulihan lengkap," katanya.

photo
Cara Penyebaran dan Pencegahan Virus Corona - (Republika)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA