Sunday, 21 Zulqaidah 1441 / 12 July 2020

Sunday, 21 Zulqaidah 1441 / 12 July 2020

Empat Tim F1 Terancam Bangkrut Akibat Corona

Senin 06 Apr 2020 09:52 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Balapan Formula Satu atau F1.

Balapan Formula Satu atau F1.

Foto: EPA-EFE/Diego Azubel
Tidak selamanya ada investor yang antri untuk mengambil alih tim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Bos tim McLaren Zak Brown pada Senin menyatakan pandemi virus corona telah membuat Formula 1 dalam kondisi sangat rapuh. Ia memperingatkan empat tim bisa bangkrut karenanya.

Musim balapan 2020 belum sempat dimulai karena penyebaran virus corona, bahkan delapan dari 22 balapan mengalami pembatalan dan atau penundaan.

F1 telah membuat sejumlah perubahan, termasuk menunda penerapan regulasi baru pada 2021 ke 2022 sehingga tim kompetitor akan menggunakan mobil yang sama tahun depan.

Selain itu, seluruh tim telah sepakan menurunkan batas atas bujet dari 175 juta ke 150 juta dolar AS.

Namun, Brawn menyatakan alokasi itu harus dikurangi lagi, hingga 100 juta, untuk mencegah kerugian finansial selama musim yang terdampak pandemi.

Brawn juga memperkirakan sejumlah tim akan gulung tikat jika mereka tidak mengatasi situasi krisis yang terjadi sekarang ini dengan sangat agresif.

"Bahkan saya melihat empat tim bisa hilang jika ini tidak ditangani dengan baik," kata Brawn, Senin (6/4).

Ia mengatakan, tidak selamanya ada investor yang antri untuk mengambil alih tim yang mengalami kesulitan secara ekonomi ketika krisis kesehatan global ini, kata dia.

"Saya rasa pemilihan waktunya sangat buruk dari sudut pandang itu. Jadi saya kira F1 saat ini dalam keadaan yang sangat rapuh"

McLaren pekan lalu menjadi tim pertama yang meliburkan sementara staf mereka. Sementara seluruh kepala tim akan membahas rencana penyederhanaan bujet pada Senin. Ada juga pembahasan terkait penundaan lebih jauh terhadap regulasi hingga 2023.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA