Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Tugas Berat BPBD Tanah Datar Tangani Corona dan Longsor

Senin 06 Apr 2020 04:19 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Christiyaningsih

Bencana tanah longsor di kawasan Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Ahad (5/4) menewaskan dua korban. BPBD Tanah Datar tangani pandemi corona dan bencana longsor di saat bersamaan.

Bencana tanah longsor di kawasan Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Ahad (5/4) menewaskan dua korban. BPBD Tanah Datar tangani pandemi corona dan bencana longsor di saat bersamaan.

Foto: Republika/Febrian Fachri
BPBD Tanah Datar tangani pandemi corona dan bencana longsor di saat bersamaan

REPUBLIKA.CO.ID, BATIPUH SELATAN - Kalaksa BPBD Tanah Datar Thamrin Basrul mengatakan pihaknya tetap berkonsentrasi menangani bencana longsor meskipun selama beberapa pekan terakhir juga harus terlibat penanganan virus corona. Longsor terjadi di kawasan Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Ahad (5/4).

Thamrin menyebut walau wabah corona belum memperlihatkan tanda-tanda penurunan, BPBD Tanah Datar tetap berupaya maksimal menangani bencana alam yang terjadi di daerah mereka. "Untuk penanganan wabah corona kita tetap fokus supaya warga Tanah Datar tidak ada lagi yang tertular. Kalau terjadi bencana seperti tanah longsor, kami juga tetap harus melakukan penanganan buat mengendalikan situasi," kata Thamrin kepada Republika, Ahad (5/4).

Dalam menangani longsor di Nagari Guguak Malalo hari ini sampai beberapa hari ke depan, BPBD menurut Thamrin tidak bekerja sendirian. Mereka dibantu TNI Polri, Damkar, Satpol PP, PMI, LSM, pemuda, dan warga setempat. BPBD Tanah Datar lanjut Thamrin juga berkoordinasi dengan pimpinan mulai dari tingkat kabupaten sampai provinsi.

Warga terdampak bencana longsor di Malalo pada Ahad pagi sebanyak 22 jiwa dari lima kepala keluarga (KK). Bencana ini juga menelan dua korban jiwa yang baru ditemukan tujuh jam setelah kejadian longsor.

Sementara data mengenai covid-19 di Tanah Datar hingga saat ini terdapat 267 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan dua orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Selain itu ada satu orang positif corona yang sedang diisolasi di Rumah Sakit Achmad Muchtar Bukittinggi.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA