Tuesday, 3 Syawwal 1441 / 26 May 2020

Tuesday, 3 Syawwal 1441 / 26 May 2020

Kemenperin Dorong Industri Otomotif Buat Ventilator

Ahad 05 Apr 2020 20:47 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Gita Amanda

Ventilator, salah satu alat penting yang dibutuhkan dalam menangani pasien Covid-19.

Ventilator, salah satu alat penting yang dibutuhkan dalam menangani pasien Covid-19.

Foto: BBC
Sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 membutuhkan banyak ventilator.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri otomotif di dalam negeri untuk memproduksi alat bantu pernapasan atau ventilator yang dibutuhkan dalam penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air. Saat ini, sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 membutuhkan banyak ventilator seiring dengan bertambahnya penderita penyakit yang disebabkan oleh virus korona baru tersebut.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika menyampaikan Kementerian telah meminta pelaku industri otomotif melalui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Agar beberapa anggotanya dapat memproduksi ventilator.

Menurut Putu, sudah ada industri otomotif yang siap memenuhi permintaan pemerintah tersebut. Kementerian mengapresiasi pelaku industri yang menyambut baik terhadap upaya kemanusiaan ini.

"Semoga produksi ventilator nantinya bisa menjadi solusi untuk mempertahankan kinerja sektor otomotif di tengah kondisi sulit sekarang," katanya dalam keterangan pers, Agar (5/4).

Lebih lanjut, Putu mengemukakan, produsen otomotif tersebut sedang menindaklanjuti kerja sama dengan industri komponen untuk melakukan reverse engineering dalam pengembangan prototipe ventilator. Perusahaan itu juga telah mengidentifikasikan beberapa tim di lembaga pendidikan dan penelitian yang sedang bekerja mengembangkan ventilator.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menyatakan, mereka berupaya mendorong para anggotanya untuk memproduksi ventilator. Ia meminta dukungan juga kepada pemerintah agar dapat menyediakan rekanan kompeten.

"Kami membutuhkan pendamping khususnya industri yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam pembuatan ventilator," ujarnya.

Pendamping tersebut akan membantu, mulai dari menjabarkan blueprint terkait teknis pembuatan ventilator, alih teknologi, sampai memodifikasi fasilitas perakitan mobil yang ada saat ini. Agar dapat digunakan memproduksi ventilator dan menentukan standar bahan baku kepada supplier.

Kemudian, partner yang sudah berpengalaman itu menentukan standar bahan baku kepada pemasok, sehingga mereka hanya membantu menggabungkan. Sementara itu, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) siap menunggu arahan pemerintah terkait teknis memproduksi ventilator yang dibutuhkan.

Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan, pihaknya yang membawahi lima merek motor di Tanah Air ini butuh gambaran detail melakukan produksi massal ventilator. Negara seperti Amerika Serikat dan Inggris sudah mengerahkan kemampuan industri otomotifnya untuk membantu produksi ventilator yang ketersediannya terbatas dalam upaya memenuhi kebutuhan bagi pasien Covid-19. Ventilator dibutuhkan oleh pasien untuk menghindari terjadinya gagal nafas yang diakibatkan virus corona.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA